Minggu, 17 November 2019

Senta T Plus Pemkot Manado Akan Dipimpin Langsung Walikota GSVL

manado

Rapat dinas awal tahun di Pemkot Manado

MANADO, (manadoterkini.com) – Mengawali tahun 2015, Senin Tuntas Temuan Plus (Senta T-Plus) pekan depan bakal dipimpin langsung Walikota Manado GS Vicky Lumentut. Hal itu dilakukan guna menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keungan (BPK) yang belum ditindaklanjuti Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Sudah menjadi komitmen Walikota GSVL mewujudkan pemerintahan yang bersih serta target Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Kepala Inspektorat Andre Hosang SE Msi, menjelaskan, pelaksanaan Senta T Plus akan dilakukan Senin (19/1) mendatang. Itu akan dibicarakan kaitan dengan tindak lanjut semua temuan. “Semua temuan di SKPD ditahun yang lalu pun akan dibicarakan jika memang masih ada,” jelas Hosang.

Namun diakui Hosang penataan asset seperti di Diknas dan Dinkes akan menjadi fokus di Senta T Plus. “Ini bagian penataan asset. Karena memang rekomendasi BPK RI adalah asset dan saat ini pun sedang dilaksanakan pemeriksanaan Inspektorat. Contoh puskesmas, pendanaan UC, Jamkesmas dan Jampersal itu dimintakan berkas pihak BPK RI. Termasuk juga pungutan pajak,” ungkap Hosang.

Hosang menambahkan, ada juga di BPMPK terkait PBL Mapaluse yang ternyata belum semua KMM sampaikan laporan pertanggungjawaban. “Namun inspektorat melalui direkomendasikan BPK sedang penyusunan laporan hasil pemeriksanaan,” katanya.

Disentil soal rekomendasi BPK RI yang indikasi kerugian Negara, Hosang menegaskan, sudah disetor semua seperti perjalan dinas Dispenda dan pajak pajak yang belum dipungut dan puskesmas. “Yang belum ditindaklanjuti yang belum disampaikan waktu itu pertanggungjawabannya dihitung BPK RI seperti, kewajiban pajak belum disetor. Intinya kita akan bicaran semua hal itu di SENTA T Plus,” terang Hosang.

Akan kinerja majelis Tuntutan Ganti Rugi (TGR) dikatakana Hosang akan diaktifkan optimal. Disatu sisi Hosang menekankan soal inventarisir asset di SKPD Pemkot Manado untuk dilakukan. “Hibah tidak tercatat dengan nilainya tidak ada, yang harusnya ada harga beli waktu itu, inventarisir asset sekolah masih minim muylai SD hingga SMA. Karena sudah ada edaran Sekkot 2014 soal inventarisir asset termasuk puskesmas,” ujar Hosang.(tim)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*