Selasa, 19 November 2019

Uap Limbah Pabrik Royal Coconut Resahkan Warga

AIRMADIDI, (manadoterkini.com) – Kepala Badan Lingkungan hidup Minahasa utara Danso Ahyuan saat ditemui wartawan manadoterkini.com di ruangannya, Selasa (13/1) mengatakan perusahaan Royal coco nut (Pabrik poleko) Minahasa utara telah diberikan waktu yang menjadi ketentuan sampai pada tanggal 11 November 2013 tahap pengujian emisi cerobong dan boiler, namun Sepertinya masalah polusi industri tersebut dianggap sepele. Tak ayal, hal ini cukup meresahkan masyarakat sekaligus menyangkut masalah lingkungan hidup.

“Uap polusi hasil pengolahan Tepung Kelapa perusahaan tersebut sangat meresahkan warga sekitar,”ujarnya.

Perusahaan yang terkenal dengan sebutan Royal Coconut ini banyak meresahkan warga dengan adanya polusi yang membuat lingkungan sekitar tidak steril. ”Kami telah mewarning pihak Pabrik Royal coconut dan menegaskan melalui tahapan pengujian yang dilakukan selang 6 bulan sekali dalam 1 tahunnya,”ungkap Danso

“Jika hal ini masih tidak perhatikan pihak Perusahaan royal coco Minut maka kami akan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,”tandasnya.

Disisi lain masyarakat juga berharap kepada pemerintah untuk menindak tegas perusahaan royal coconut yang telah banyak merugikan, yang mana masyarakat menduga pabrik tersebut telah merusak masalah lingkungan hidup akibat polusi . “Sudah jelas tentu perusahaan royal coconut telah melanggar aturan undang-undang,”ungkap warga Airmadidi yang tak mau namanya dipublis.

Pihak PT Coconut sendiri ketika hendak dikonfirmasi engan tidak berad ditempat.(fic)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*