Selasa, 12 November 2019

Walikota Manado Apresiasi Capaian Kinerja SKPD

manado

Rakorev Lanjutan Pemkot Manado

MANADO, (manadoterkini.com) – Capaian kinerja dan realisasi anggaran di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkot Manado, di triwulan ke IV APBD Perubahan tahun 2014 mencapai 82,80 persen untuk penyerapan anggaran sedangkan fisik 91,80 persen. Tak ayal, Walikota GS Vicky Lumentut, memberikan apresiasi akan kinerja semua SKPD, karena hasil kinerja dan realisasi anggaran hingga 31 Desember 2014 masih lebih baik, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dari total keselurahan sebanyak 4055 paket yang tidak dikerjakan berjumlah 110 paket atau 2,7 persen. Dimana sebagian besar memiliki kendala dengan pembebasan lahan. Hal itu sangat dipahami mantan birokrat handal tersebut.

”Kita memahami peraturan yang berlaku berbeda dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN-red), namun kita akan upayakan untuk bisa berkoordinasi dengan pihak BPN agar bisa mendapatkan solusi terkait permasalahan pembebasan lahan, agar tidak terjerat dengan hukum,” ujar Walikota GS Vicky Lumentut dalam memimpin langsung lanjutan Rakorev Tahun anggaran 2014 dan Rapim EPPA Tahun 2014 yang digelar di Gedung Serbaguna kantor Walikota Manado, Selasa (13/1) kemarin.

Ditambahkannya bagi semua SKPD kalau kurang mengerti terkait menginput laporan program kerja, agar jangan ragu-ragu untuk menanyakan langsung ke Bappeda, Badan Keuangan dan Inspektorat. ”Untuk itu saya harapkan agar semua Kepala SKPD harus lebih proaktif, baik menyusun perencanaan dan dalam melaksanakan program kerja masing-masing SKPD,”harap Walikota Lumentut.

Untuk itu, Walikota GSVL meminta masing-masing SKPD menjadikan Rakorev, Rapim SKPD dan EPPA, saling mencari solusi agar apa yang menjadi kendala dalam menjalankan program kerja bisa terlaksana dengan baik.

Hasil evaluasi terdapat 5 SKPD Pemkot Manado yang hampir mencapai angka maksimal seratus persen. Seperti halnya Bagian Administrasi Kesra, Dinas Damkar, Inspektorat, Kecamatan Mapanget dan Kecamatan Malalayang. Begitu pun sebaliknya ada SKPD yang pencapaian kinerja dan penyerapan anggaran paling sedikit.

Diketahui capaian kinerja dan realisasi anggarannya paling sedikit, ternyata banyak yang menemui kendala dengan pembebasan lahan warga seperti yang dialami oleh Dinas PU, Disperindag serta SKPD lain serta untuk waktu kerja yang tidak cukup sehingga mereka tidak melaksanakannya. Mengingat waktu penetapan APBD-Perubahan 2014 Pemkot Manado, diakhir Tahun 2014 yakni bulan Desember sehingga ada beberapa program yang tidak laksanakan oleh SKPD terkait.

Sedangkan SKPD yang mencapai angka tertinggi seperti yang diutarakan oleh Kabag Administrasi Kesra Kota Manado, untuk menaati aturan dengan apa yang dianggarkan telah direncanakan dengan baik dan harus dikuti dengan pengawasan hingga selesai. Senada di sampaikan oleh Kadis Damkar Manado, Sonny Rompas, bahwa untuk damkar apa yang direncanakan itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan kewenangan ke bagian keuangan untuk bisa mengawasi program kerja mereka.(ald)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*