Minggu, 17 November 2019

Warga Mengeluh, Harga LPG 3 Kg di Minsel Bervariasi

amurang

Adrian Sumuweng SP MSi

AMURANG, (manadoterkini.com) – Sejumlah warga yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) saat ini mulai mengeluh. Pasalnya, Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kg, yang diketahui tidak sama atau bervariasi. Harga itu mulai dari harga Rp15.750 sampai Rp 17.450 per tabung.

Sejumlah ibu rumah tangga di wilayah Mondoinding mengatakan, HET LPG 3 Kg ini baiknya dapat diperhatikan oleh pemerintah agar semua daerah di Minsel mendapat merasakan harga yang sama. “Karena bervariasinya HET LPG 3 Kg tentu akan menguntungkan kepada pengecer yang nakal,” keluh mereka.

Menanggapi hal tersebut Kabag Perekonomian Pemkab Minsel, Adrian Sumuweng SP MSi yang dikonfirmasi manadoterkini.com, Jumat (16/1) membenarkan kalau saat ini harga HET LPG 3 Kg dibeberapa daerah ada perbedaan harga.

Menurut Adrian, berbedanya HET LGP 3 Kg di wilayah Minsel, dikarenakan jarak tempuh distribusi. “Hal ini terjadi, karena jarak tempuh, makanya harga HET LPG 3 Kg ada sedikit perbedaan. Dan itu sudah sesuai dengan SK Penetepan, Sementara kami sendiri hanya memiliki fungsi untuk mengawasi. Dan untuk masalah penyaluran, langsung dilakukan oleh pihak Pertamina ke Agen kemudian ke pengecer,” jelas Sumuweng.

Disinggung masalah kuota LPG 3 kg untuk wilayah Minsel, Adrian mengatakan masih aman dan terkendali. “Sesuai SK penetapan yang diturunkan, tercatat untuk HET LPG 3 Kg di wilayah Tareran Rp 16.150, Sulta Rp 16.250, Tumpaan Rp 15.750, Tatapaan Rp 15.850, Amurang Timur Rp 15.850, Amurang Rp 16.000, Amurang barat Rp 16.050, Tenga Rp 16.350, Sinonsayang Rp 17.150, Kumelembuai Rp 16.650, Motoling Timur Rp 16.850, Motoling Barat Rp 16.950, Motoling Rp 16.750, Ranoyapo Rp 17.050, Tompaso baru Rp 17.250, Maesaan Rp 17.300, Mondoinding Rp 17. 450. Dan Kuota LPG 3 Kg di wilayah Minsel masih terbilang aman,” tutur mantan Camat Sinonsayang ini.(dav)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*