Senin, 11 November 2019

Prona di Minsel Hilang Kepercayaan Masyarakat

Wahjoedi : Pembuatan Sertifikat Tanah Tidak Ada Pungutan Biaya

AMURANG, (manadoterkini.com)-Rupanya, pengurusan sertifikat tanah di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) khususnya di Desa Tumpaan dipertanyakan warga. Pasalnya, pengurusan sertifikat tanah yang ada di Desa Tumpaan dikabarkan dimintai uang oleh oknum yang ada di Desa Tumpaan.

Menurut mereka, biaya yang dimintakan oleh oknum yang tidak beryanggubg jawab ini berfariasi yakni Rp 500 hingga 750 ribu. “Kalau kami mengurus surat tanah, kami dimintai uang sebesar Rp 500 sampai 750 ribu per sertifikat,” ujar sejumlah warga Desa Tumpaan sambil meminta nama mereka jangan ditulis.

Bahkan program tersebut lebih dominan dinikmati oleh orang yang dianggap mampu. “Prona lebih banyak dinikmati orang berduit atau dianggap mampu,”koar mereka.

Terbukti prona lalu belum juga tuntas padahal warga sudah memberikan uang 500 ribu. “Katanya gratis, kanapa kami diminta bayar Rp 500 ribu,”ujar sejumlah warga yang melakukan pengurusan prona di Tumpaan Dua.

Semntara itu, Kepala Badan Pertahanan (BPN) Kabupaten Minsel Tjatur Wahjoedi yang dikonfirmasi mengaku kaget dengan informasi tersebut, Dirinya mengatakan kalau pemgurusan tanah untuk tahun 2015 ini, pihaknya menyediakan kurang lebih 1500 sertifikat tanah. “Mungkin perlu diketahui masyarakat, untuk pembuatan sertifikat prona ini tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Ditanya bagaimana mekanisme pembuatan sertifikat, Wahjoedi mengungkapkan pembuatan sertifikat berasal dari usulan yang diberikan Desa, Kelurahan dan Kecamatan. “Disini akan dilakukan proses pengumpulan data, mana saja lahan yang akan dibuat sertifika,”tandasnya.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*