Selasa, 7 April 2020

Warga Nusa Utara Sanjung dan Bangga, GSVL : Pesta Adat Tulude Penuh Religi

Bersama Istri Disuguhi Pakaian Adat Kehormatan, Tahun Depan Berharap Lebih Mantap

manado

Pemotongan kue tamo

MANADO, (manadoterkini.com) – Puncak acara gebyar seni dan budaya Nusa Utara di taman berkat (Gadbless Park), jalan Boulevard, Manado, Sabtu (31/1) tadi malam ditutup dengan pesta adat tulude. Pesta adat tersebut berlangsung spektakuler karena dihadiri ribuan warga Manado asal nusa utara.

Walikota Manado, GS Vicky Lumentut sendiri mengakui, perayaan ada warga Nusa Utara memasuki Tahun Baru ini sangat surprise bagi dirinya dan sang istri sebagai Ketua TP-PKK Kota Manado, Julyeta Paula Lumentut-Runtuwene. “Saya sangat surprise bersama istri sore hingga malam hari ini dengan menggenakan pakaian adat kehormatan warga Nusa Utara. Ada beban saya rasakan disini bagaimana torang samua terus mempertahankan adat warga Nusa Utara ini,’’ tandas GSVL, sapaan wali kota nampak gagah dengan stelan pakaian adat kuning dipadu topi kabasaran warga Nusa Utara.

Adat Tulude, diakui orang nomor satu di Kota Manado ini merupakan gebyar seni dan budaya warga Nusa Utara yang penuh religi dan wajib dipertahankan dan dijual sebagai salah satu asset wisata Kota Manado. “Tekad saya bukan hanya membangun infrastruktur tapi bagaimana kita sama-sama melestarikan adat seni budaya yang ada di Sulut, termasuk Pesta Adat Tulude ini,’’ kata GSVL disambut riuh tepuk tangan sekitar 2.500-an warga Nusa Utara yang tumpah ruah di lokasi Taman Berkat itu.

Gebyar Tulude ini adalah kegiatan pertama digelar di Taman Berkat Boulevard pasca soft opening Kamis lalu. Untuk itu, GSVL menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Nusa Utara yang datang dari sejumlah kabupaten/kota menyaksikan penutupan kegiatan Adat Warga Nusa Utara ini karena sudah memilih Taman Berkat menjadi lokasi kegiatan.

“Ini harinya Tuhan torang bisa bersama-sama disini (Pesta Adat Tulude). Dan terima kasih kepada panitia serta tokoh-tokoh Nusa Utara telah memilih tempat ini menjadi pusat pelaksanaan Adat Tulude,’’ ujar GSVL.

Menurutnya, Taman Berkat adalah milik semua warga. Untuk itu, tahun depan penyelenggaraan, GSVL meminta Pesta Tulude ini harus digelar kembali di lokasi tersebut. “Saya putuskan, tidak ada lokasi lain selain di Taman Berkat ini. Saya titipkan, kalau kegiatan Tulude ini kita akan selenggarakan terus menerus, , untuk tahun depan harus dikemas sejak jauh hari agar lebih menarik lagi,’’ pinta GSVL seraya meminta kepada Ketua DPRD Manado, Noortje Van Bone yang ikut hadir, agar lembaga DPRD juga ikut mendukung Pesta Adat Tulude ini dijadikan kalender iven setiap tahun. “Mari kita lestarikan semua adat budaya yang ada di Sulut, termasuk Tulude ini. Saya minta agar cerita sejarah Tulude ini dikemas dalam sebuah buku agar bisa dipromosikan kepada wisatawan dan ini salah satu poin dalam misi Kota Manado menjadikan Manado Kota Pariwisata Dunia. Nanti bisa bekerja sama dengan Dinas Pariwisata,’’ tukas GSVL disambut aplaus menggema dari ribuan warga Nusa Utara.

Ketua Panitia Pesta Tulude, Jackried Maluenseng langsung memberikan apresiasi atas niat baik GSVL. “Satu kata yang kita rasakan disini. Seluruh warga Nusa Utara malam ini merasa bangga dan tersanjung. Terima kasih Pak Walikota atas niat baiknya menjadi adat Tulude kami bisa dijadikan kalender of iven Pemkot Manado,’’ pungkas mantan wartawan senior ini. (ald)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*