Kamis, 21 November 2019

Komisi I DPRD Sulut Pastikan Calon Komisioner KPID Bebas Titipan

manado

FPT KPID Sulut yang dilakukan Komisi I DPRD Sulut.

SULUT, (manadoterkini.com) – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Wenny Lumentut, menegaskan tidak ada intervensi apapun dalam perekrutan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulut periode 2015-2018 yang kini sudah dalam tahapan Fit and Proper Test (FPT).

Hal ini disampaikan Lumentut, terkait dengan pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan atau Fit and Proper Test yang digelar DPRD, Kamis (5/2) siang tadi.

Menurut Koordinator Komisi I itu, jika pada uji publik, masyarakat dilibatkan maka pada FPT nanti tidak akan ada intervensi apapun dan dari manapun. “Kalau pada uji publik masyarakat kita libatkan untuk melaporkan jika ada calon anggota KPID pantas atau tidak pantas. Karena tidak ada protes dari masyarakat maka pada siang tadi sesuai jadwal kita langsung lakukan FPT kepada 21 calon KPID, dan itu tidak ada intervensi apapun. Baik itu politik atau pesanan dari siapapun,” tegas legislator Partai Gerindra tersebut.

Ia menegaskan lagi bahwa hasil FPT para calonlah yang menjadi acuan DPRD dalam menetapkan siapa-siapa yang akan duduk sebagai anggota KPID periode 2015-2018 nanti. “Dari hasil FPT yang terbaiklah yang nantinya menempati jabatan anggota KPID,” pungkas Lumentut.

Hal senada dikatakan Sekertaris Komisi I DPRD Sulut Kristovorus Deky Palinggi SE. Dia memastikan rekrutmen anggota Komisi Penyiaran Independen (KPID) Sulawesi Utara (Sulut), dipastikan akan tuntas dalam dekat ini. Bahkan Politisi Partai Golkar ini menegaskan, rekrutmen tersebut paling lambat dituntaskan pertengahan atau akhir Februari ini.

Sementara berdasarkan pemantauan, FPT yang dilakukan Komisi I DPRD Sulut, terhadap 21 peserta calon anggota KPID, dilakukan bertahap. “FPT yang dilakukan pada kloter pertama yang dilakukan Kamis (5/2) siang tadi ada 11 peserta. Sedangkan sisanya yakni 10 peserta lainnya akan dilanjutkan Jumat (6/2) besok,”kata Palinggi sembari menuturkan “Materi yang menjadi bahan tes, terkait dengan visi dan misi dari peserta serta mengacu pada UU No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, yang dikombinasikan dengan kondisi penyiaran sekarang,” jelasnya.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*