Sabtu, 4 April 2020

Fogging Didukung Warga Asalkan Tepat Sasaran

Fogging tak Tetap Bisa Berbaya

MANADO, (manadoterkini.com) – Penyemprotan atau fogging untuk memberantas wabah Demam Berdarah (DBD) menjadi salah satu langkah antisipasi. Namun, sebaiknya penyemprotan itu dilakukan harus dibawa kendali Dinas Kesehatan, mengingat campuran kadar racun ada standarnya.

Warga pun mendukung langkah pemerintah kota Manado melakukan fogging asalkan tepat sasaran. “Kalo memang fogging tepat sasaran bagi wilayah yang telah memiliki kasus, namun kalau tidak itu bisa berbahaya. Jangan sampai wilayah yang nda kena DBD kong di fogging itu akan menimbulkan racun,”ujar ibu rumah tangga Linda Gerald warga Tuminting.

Hal serupa dikatakan Markus Tene, warga kelurahan Kleak Kecamatan Malalayang. “Torang mendukung kalo ada fogging pa torang pe lingkungan, mar jang sambarang fogging, karena kita pe sudara bilang (seorang dokter), kalo fogging sambarang takutnya berdampak keracunan,” ujar Tene, yang mengaku mendapat pengertian soal fogging dari kerabatnya seorang dokter di salah satu rumah sakit di Manado.

Senada disampaikan Jackson Sulangi warga Malalayang Dua. Menurutnya, kerja bakti membersihkan lingkungan lebih baik dari pada melakukan fogging. “Kata teman saya yang juga seorang dokter fogging bukan satu-satunya cara membasmi wabah DBD. Namun baiknya kebersihan lingkungan yang dijaga. Malahan jika melakukan fogging di tempat yang tidak ada kasus DBD akan membayakan warga sekitar. Baiknya ada koordinasi dengan Puskesmas terdekat atau langsung ke Dinas Kesehatan,”ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Walikota GS Vicky Lumentut mengingatkan jika ada yang dengan kerelaan hati merasa terpanggil bersama-sama memberantas kasus DBD bisa berkoordinasi dengan pemerintah, khususnya Dinas Kesehatan. “Takutnya, jika tidak koordinasi dengan Dinas Kesehatan malah akan menimbulkan masalah baru. Misalnya, lokasi yang tidak ada kasus DBD tapi sudah keburu di fogging, akibatnya akan berbahaya bagi kesehatan warga Manado,’’ warning Walikota GSVL.

Ditambahkannya, Pemerintah terus mencegah dan memberantas perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, dengan melakukan gerakan menguras, menutup tempat penampung air dan mengubur (3M) benda-benda yang bisa menampung air, sehingga jentik-jentik nyamuk penyebab DBD tidak berkembang biak. “Mari bersama-sama kita berantas nyamuk penyebab DBD, dengan melakukan gerakan 3M. Agar jentik-jentik nyamuk DBD tidak bisa berkembangbiak, sehingga penyakit DBD bisa terhindarkan. Masih lebih baik membersihkan dari pada melakukan fogging,” ujar GSVL. (ald)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*