Sabtu, 4 April 2020

Warga Minsel Diminta Waspada DBD

AMURANG, (manadoterkini.com) – Warga Minahasa Selatan (Minsel) diminta waspada dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dilaporkan seorang bayi bernama Belviana Rugian berumur 9 bulan warga Kecamatan Sinonsayang meninggal dunia setelah menderita DBD. Sebelumnya korban menjalani perawatan di rumah sakit Kalooran Amurang, kemudian dirujuk ke Prof Kandouw Malalayang Manado.

Selain itu ada dua pasien yang dirawat di RS Kalooran masing-masing Rein Ngau dan Keiza Paputungan. Kedua pasien ini diduga mengidap DBD. “Warga Minsel harus berhati-hati dengan pernularan penyakit DBD,” ujar dr Nike Sumangkut.

Menurutnya Dengue virus ditularkan sebagian besar nyamuk Aedes aegypti. Dan sering menggigit pada siang hari. Kepala Dinas Kesehatan Minsel melalui Kabag Humas dan Protokoler Frangky Mamangkey menyarankan beberapa tindakan khusus untuk mengendalikan dan menghindarkan gigitan nyamuk. Cara terbaik untuk mengendalikan nyamuk “Aedes aegypti” adalah dengan menyingkirkan habitatnya. “Masyarakat harus mengosongkan wadah air yang terbuka sehingga nyamuk tidak dapat bertelur di dalam wadah-wadah terbuka tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan Insektisida atau agen-agen pengendali biologi juga dapat digunakan untuk mengendalikan nyamuk di wilayah-wilayah ini. Air diam (tidak mengalir) harus dibuang karena air tersebut menarik nyamuk, dan juga karena manusia dapat terkena masalah kesehatan jika insektisida menggenang di dalam air diam. Untuk mencegah gigitan nyamuk, orang-orang dapat memakai pakaian yang menutup kulit mereka sepenuhnya. Mereka juga dapat menggunakan anti nyamuk, juga dapat menggunakan kelambu saat beristirahat.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*