Senin, 30 Maret 2020

Proyek Pelebaran Jalan Ranomea-Tugu KKO Sudah Banyak Makan Korban

AMURANG, (manadoterkini.com)-Pekerjaan proyek pelebaran jalan trans Sulawesi, tepatnya dari jembatan Ranomea sampai dengan tugu KKO Kelurahan Uwuran, menuai keluhan warga. Pasalnya proyek berbanderol kurang lebih Rp 20 miliar ini, dinilai warga tidak sesuai harapan. Ini bisa dilihat dari pembangunan drainase yang tidak terus dan tersumbat di sejumlah titik. Bukan itu saja, material juga masih menghiasi badan jalan. Padahal proyek harus rampung pada 2014 lalu.

Menurut Ketua LSM Perisai Persatuan Karel Lakoy, pihak perusahaan dalam hal ini PT Dinasti Group kiranya bisa menuntaskan pekerjaan pelebaran jalan trans Sulawesi, beserta dengan drainase disisi kiri dan kanan badan jalan. “Boleh dibilang saat ini drainase belum tuntas dikerjakan. Ini bisa dilihat saat hujan deras selang beberapa jam, air yang ada di drainase muntah di badan jalan,” ujar Lakoy.

Ditambahkannya selain drainase, material di badan jalan kiranya bisa dirapikan dan jangan dibiarkan begitu saja. “Sudah ada berapa korban jiwa yang meninggal akibat material proyek pelebaran jalan ini, mulai dari lakalantas motor, sampai yang terakhir laka tunggal Bus Tomohon, yang terbalik akibat menabrak pembatas jalan, karena tidak dipasang tanda dan menyebabkan satu orang meninggal dunia dan belasan luka-luka,” ujar Lakoy.

Demikian dikatakan oleh tokoh masyarakat Minsel Wem Baba Mononimbar. Menurutnya pekerjaan proyek pelabaran jalan trans Sulawesi ini, kiranya bisa cepat diselesaikan. “Tahun anggaran 2014 telah berakhir, namun pekerjaan juga tak kunjung selesai. Ini bisa menjadi perhatian dari instansi terkait,” tandas Mononimbar.(dav)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*