Sabtu, 22 September 2018

Penagi Retribusi Sampah Aset Pengumpul PAD

MANADO, (manadoterkini.com) – Dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Manado dibawah kepemimpinan Julises Oehlers gencar-gencarnya melakukan penagihan retribusi sampah.

Suka duka pun dirasakan oleh para petugas penagih ketika menyambangi satu persatu rumah warga dengan maksud menagih retribusi sampah tersebut.

Berdasarkan Curahan Hati (Curhat) Christien Sekeon, salah satu honorer Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Manado ini mengaku mengalami banyak hal ketika dirinya melakukan apa yang menjadi tugasnya sebagai penagih retribusi sampah.

“Ketika saya masuk rumah ke rumah warga, banyak permintaan warga. Seperti petugas kebersihan harusnya menjemput sampah langsung ke rumah warga sama halnya dengan retribusi yang ditagih,” kata Christien, penagih retribusi sampah wilayah Kecamatan Malalayang ini.

Dengan banyaknya permintaan warga, meski mengaku hanya bertugas sebagai penagih, mau tidak mau dirinya turut mensosialisasikan peraturan daerah yang didalamnya mengatur tentang sistem pengangkutan sampah, jam buang sampah dan berbagai hal lainnya.

“Memang sesuai surat tugas, saya hanya penagih retribusi. Tapi karena banyak permintaan warga, saya berkewajiban memberikan penjelasan tentang hak dan kewajiban dari masyarakat. Tapi menurut saya, hal yang terpenting butuh kesadaran dari masyarakat untuk menciptkan kota ini tetap bersih,” tandasnya.

Meski mengaku baru Honda, tapi sebagai pekerja di instansi pemerintahan, dirinya memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberikan pemahaman bagi seluruh masyarakat yang dijumpainya untuk secara bersama-sama menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing.

“Menjaga kebersihan merupakan tugas semua pihak. Dengan begitu, selain bersih, kota ini juga akan sehat dan indah. Makanya, saya sering menyampaikan kepada warga agar membuang sampah sesuai jam yang sudah ditentukan dan sebelum dibuang ke tempat sampah yang sudah disiapkan pemerintah harus terbungkus di kantong plastik,” pungkasnya.(redaksi)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*