Kamis, 22 Agustus 2019

Butuh Pernyataan Sikap, Kompas Politik Ai Mangindaan Dipertanyakan Warga

MANADO, (manadoterkini.com) – Kompas politik Harley Ai Mangindaan dalam kalender Pilwako 2015 ini, belum menunjukkan keseriusan serta kejelasan, kemana arah yang hendak dituju. Pelak saja, kondisi ini menjadi tanda tanya besar di sejumlah pemerhati politik kota Manado. Buktinya, status Ai Mangindaan sendiri terlihat mulai dikampanyekan oleh media sosial, yang terkesan siap maju berhadapan dengan Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL), bukan berdampingan.

Tensi politik Kota Tinutuan ini mulai panas, sehingga wajar saja bila muncul argumen kritis warga kota. Pemerhati Politik Marcel Ibrahim SSos, Warga Titiwungen Utara kepada, mengatakan, sebagai warga Manado patut mempertanyakan sikap dari Harley Ai Mangindaan sendiri, apakah akan maju meninggalkan GS Vicky Lumentut atau masih mau bersama-sama dengan Lumentut yang telah mengangkat pamornya, dalam perebutan kursi Walikota Manado nanti. “Sepertinya ada kebimbangan dari Harley Ai Mangindaan untuk maju bersaing dengan GSVL dalam perhelatan Pilwako nanti. Disisi lain, bisa saja hanya dorongan segelintir orang-orang dekat Ai Mangindaan yang meyakinkan kalau Ai bisa menang untuk maju sendiri dalam Pilwako nanti. Oleh karena itu kami pun butuh kepastian agar sosialisasi politik itu benar-benar jalan dan transparan,” ujar pria bertubuh gempal itu.

Axel sapaan akrab mahasiswa jebolan Sospol di salah satu Universitas ternama di Kota Manado mengatakan, kalau GSVL telah menyatakan sikapnya untuk masih tetap di Kota Manado dalam setiap kali dirinya berada di tengah-tengah masyarakat Manado. “GSVL setiap kali dirinya berada di tengah-tengah masyarakat, telah berterus terang kepada masyarakat kalau dirinya masih tetap maju untuk Kota Manado, bahkan melanjutkan semua mimpinya untuk membangun dan mensejahterahkan warga Manado,”ujar Axel.

Disisi lain Akademisi Sulut, Herry Mamahit SH MH menilai jika terlambatnya sosialisasi calon, itu sangat fatal untuk kesuksesan dalam roda politik setiap orang. Terlebih kalau yang bersangkutan akan maju dalam pentas politik. “Jangan terlalu cepat mengambil keputusan, pilihlah resiko terkecil ketika anda berhadapan dengan kekuatan atau gelombang yang besar. Akan tetapi selalu ciptakan peluang di setiap masa yang ada. Karena setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Nama GSVL sudah merakyat, setidaknya itu menjadi acuan untuk mengambil sebuah keputusan untuk maju nanti,” sarannya.(*/tim)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*