Senin, 22 Januari 2018

Mencalonkan Diri, Penjabat Kumtua di Mitra Wajib Mundur

RATAHAN, (manadoterkini.com) – Tahun ini, sedikitnya ada 34 desa di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) akan melaksanakan pemilihan hukum tua (Pilhut).

Ajang ini sendiri, akan mengacu pada UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 yang kemudian dijabarkan melalui Perda tentang penyelenggaraan pemerintahan desa yang baru saja diparipurnakan beberapa waktu lalu.

Ketua Panitia khusus (Pansus) Pembahasan Ranperda DPRD Mitra Corry Kawulusan mengatakan, dalam Perda penyelenggaraan pemerintahan desa, ada beberapa item tentang pelaksanaan Pilhut yang tertera dalam Perda sebelumnya.

“Salah satu yang berubah, soal berapa kali seseorang bisa menjabat Kumtua. Kalau Perda sebelumnya, hanya boleh dua periode, sedangkan Perda yang baru bisa tiga periode, dan itu mengacu pada UU Nomor 6 2014,” ujarnya.

Lanjut dikatakan Kawulusan, Perda tersebut juga mewajibkan penjabat Kumtua yang masih menjabat untuk mengundurkan diri ketika dirinya secara resmi ditetapkan sebagai calon Kumtua.

“Sepanjang belum tiga periode, incumbent bisa kembali mencalonkan diri. Tapi dia harus mengundurkan diri dari jabatannya, ketika ditetapkan sebagai calon,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala BPMPD Mitra, Pieter Owu yang dikonfirmasi, membenarkan soal wajib mundurnya seorang penjabat Kumtua, serta ijin cuti bagi Kumtua definitif yang akan kembali mencalonkan diri.

“Namun, untuk penjabat Kumtua yang ditunjuk dari PNS, tidak boleh mencalonkan diri. Dia hanya ditugaskan untuk melaksanakan Pilhut baik melalui musyawarah desa ataupun melalui pemilihan,” tandasnya.(cw-3)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*