Kamis, 22 Agustus 2019

Besuk Boca 7 tahun Korban Pemerkosaan Sadis, GSVL Minta Warga Bantu Polisi Ungkap Pelaku

MANADO, (manadoterkini.com) – Bocah perempuan 7 tahun, korban pemerkosaan sadis yang terjadi 12 Maret 2015 pekan lalu, masih terbaring lemah di RS Bhayangkara Manado, Jl Sam Ratulangi Karombasan. Merasa prihatin dengan kasus yang menimpa warganya, Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL), Rabu (18/3) siang kemarin berkunjung ke rumah sakit tersebut untuk menemui dan membesuk bocah malang itu.

Walikota diterima dengan baik oleh keluarga korban, dan langsung mengajak Walikota masuk ke ruangan dimana sang bocah dirawat. “Di dalam ada orangtua bersama oma opa korban. Saya prihatin mendengar ceritra keluarga terkait tindakan kekerasan seksual yang dialami anak ini,” ujar Walikota kepada wartawan begitu keluar dari ruangan perawatan.

Ditanya kondisi korban, Walikota GSVL mengatakan bahwa korban belum bisa diajak bicara, apalagi dalam keadaan tidur. “Saya lihat tadi anaknya lagi tidur dan belum suka diganggu. Mungkin pengalaman yang dia alami beberapa hari lalu membuat dia merasa trauma. Saya berpikir perlu didampingi, selain oleh pendeta juga guru-gurunya untuk datang membangkitkan spiritnya, jangan sampai dia down,” kata Walikota.

Dikatakannya, dari data yang ada, kekerasan seksual kepada anak-anak tidak hanya terjadi di Manado, tetapi juga di daerah lain, dan terjadi di hamper seluruh kota di Indonesia. “Ini menjadi perhatian serius bagi kami pemerintah kota untuk bagaimana berupaya menekan dan meminimalisir hal-hal yang sangat mengganggu kenyamanan kota ini. Artinya saya akan ikut bersama dengan mereka yang terlibat secara langsung, apakah LSM atau institusi yang khusus memberikan perhatian dalam penanganan kepada anak-anak, dan kita akan mencari jalan bagaimana untuk meminimalisir kejadian seperti ini. Saya juga akan membawa masalah ini untuk didiskusikan bersama teman-teman Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) dan juga bersama BKSAUA (Badan Kerjasama Antar Umat Beragama),” terang Walikota bersahaja ini.

Kepada aparat Kepolisian, Walikota meminta agar pelaku secepatnya ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Begitu juga mayarakat, dia mengajak agar membantu polisi menemukan pelaku bejat tersebut. “Karena ini wilayah dan domainnya polisi dan saya berharap pelakunya bisa ditemukan, dan diberikan bukan sekedar sanksi tapi efek jerah. Sebab kalau tidak ditemukan pelakunya maka kasus ini akan berulang-berulang dan semakin mengkhawatirkan. Saya minta juga masyarakat bisa membantu polisi untuk memberikan informasi kalau ada hal-hal yang mencurigakan kepada orang-orang tertentu yang diduga pelaku kekerasan seksual,” ujar Walikota.

Di tempat yang sama, Kepala RS Bhayangkara Manado Kompol drg Ignatius Hendra Arifianto SpKG mengatakan bahwa korban masih trauma dengan kejadian yang dia alami beberapa hari lalu. “Kejadian ini membuat korban masih trauma bertemu orang-orang. Tapi kami berusaha agar secepatnya korba pulih secara fisik dan psikis,” ujar Hendra.(*/tim)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*