Kamis, 22 Agustus 2019

Rp 1 Miliar Dikembalikan ke Pusat, Ribuan Siswa di Minsel Tidak Nikmati BSM

AMURANG, (manadoterkini.com) – Disayangkan, kata ini sangat tepat bila melihat realisasi Bantuan Siswa Miskin (BSM), tahun anggaran 2014. Seperti diketahui dari total penerima BSM sebanyak 8.464 siswa, hanya 6.348 siswa yang menerima, sedangkan 2.116 siswa tidak menerima menerima dana tersebut. Ini mengakibatkan hampir Rp1 miliar anggaran BSM, harus dikembalikan ke pemerintah pusat. Seperti diketahui bantuan BMS diberikan kepada siswa SD dan SMP, dimana tiap siswa meneria Rp 450 ribu.

Menurut penanggung jawab BSM Minsel, Femmi Mangindaan, mengakui benar adanya sekira 75 persen saja yang tersalurkan. ” Ada yang melapor, belum terima BSM. Sedangkan berkas-berkas telah diserahkan oleh seluruh kepala sekolah. Sekira 25 persen tidak mendapatkan bantuan,” ujar Mangindaan.

Ditambahkannya, saat penerima hendak konfirmasi ke bank terkait, banyak alasan yang diberikan pihak bank, dalam penyaluran BSM. “Ada yang beralasan kurangnya operator, gangguan jaringan, lalod, dan sebagainya. Memang dikembalikannya dana ke pusat, sangat merugikan Minsel,” tegas Mangindaan.

Terpisah salah satu Kepsek SD di Kecamatan Maesaan mengungkapkan, seluruh siswa SD di sekolahnya yang sebenarnya berhak menerima BSM, tidak menerima bantuan tersebut. “Kami telah merampungkan berkas yang diminta pihak bank, saat hendak memasukannya, pihak bank mengatakan bahwa pencairan BSM hanya sampai 28 Februari. Kami heran pencairan sudah tidak bisa dilakukan, namun tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” ujarnya.

Terpisah pemerhati pendidikan Minsel Decky Mintje, mendesak pihak bank untuk bisa merealisasi apa yang menjadi hak para siswa miskin.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*