Kamis, 22 Agustus 2019

Lokasi Tambang Pasolo Padang di Ratatotok Direkomendasikan Tutup

RATAHAN, (manadoterkini.com)-Keputusan PN Tondano terkait penggarapan lokasi tambang Pasolo Padang di Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) nampaknya belum menyelesaikan persoalan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum manadoterkini.com pada Senin (16/3) pekan lalu, sekelompok warga yang mengatasnamakan masyarakat mendatangi lokasi sengketa dengan tujuan menghentikan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.

Dalam aksi mereka mengatakan, kedatangan ke lokasi tersebut sebagai buntut kekecewaan karena aktifitas pertambangan oleh oknum tertentu masih terus berlangsung tanpa didasari aspek legalitas serta tidak sesuai dengan putusan pengadilan.

Beruntung aksi tersebut, tidak memunculkan friksi antara pihak warga dan pihak penambang, setelah adanya persetujuan agar sengketa tersebut diselesaikan melalui pembicaraan yang dimediasi oleh pemerintah dan aparat hukum.

Camat Ratatotok Jeff Kambey yang konfirmasi membenarkan soal adanya aksi sekelompok warga Basaan yang mendatangi lokasi tambang.

“Kami selaku pemerintah kecamatan bersama Polsek Ratatotok dan Koramil serta dihadiri pihak Kesbangpol Mitra, sudah lakukan mediasi untuk mempertemukan kelompok masyarakat basaan dan pihak Cik Gin (Elisabeth Lalujan-red). Hasil pembicaraan, kami merekomendasikan untuk dilakukan penutupan dan penghentian sementara terhadap aktifitas di lokasi tambang Pasolo Padang,” kata Kambey.

Dia menjelaskan, kebijakan penutupan tersebut, karena didasari oleh sejumlah hal antara lain pertimbangan keamanan, dan ketertiban masyarakat. “Sebelum rapat, saya terlebih dahulu meminta petunjuk kepada atasan saya, dan dari hasil pertemuan sudah saya laporkan ke Pak Bupati,” jelasnya.

Sementata itu, Pihak Elisabeth Lalujan sendiri saat dikonfirmasi mengaku tak keberatan soal adanya insiden tersebut. “Cuma salah paham aja, dan tidak perlu dibesar-besarkan,” tulisnya melalui pesan singkat selular.

Terpisah, Tokmas Ratatotok, Kasim Mololonto, meminta Kapolda Sulut turun tangan menuntaskan polemik tersebut.” Perlu ada tindakan prefentif dari Polda Sulut terkait hal ini, karena dikhwatirkan jika ini tidak langsung dituntaskan, bisa menyeret terjadinya konflik horizontal antara penambang yang notabene adalah sesama masyarakat,” tandasnya.(cw-3)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*