Kamis, 22 Agustus 2019

Pembuatan Sertifikat Lahan Sekolah di Minahasa, Tunggu Hasil Penilaian dari DJKN

MINAHASA, (manadoterkini.com) – Rupanya, lahan yang merupakan aset di sejumlah sekolah, dinilai sebagai salah satu penyebab gagalnya Pemkab Minahasa meraih opini WTP dari BPK-RI dan itu kini sedang diseriusi permasalahannya.

Pemkab Minahasa melalui, Badan Pengelola Keuangan dan Barang Milik Daerah (BPKBMD) tengah berupaya menerbitkan sertifikat lahan tersebut.

Hal ini disampaikan Sekretaris BPKBMD Minahasa Andre Winowatan, kepada sejumlah wartawan. “Ada sekitar 70 lahan yang belum ada sertifikatnya. Sebagian besar, lahan yang dihibahkan untuk dibangun sekolah,” ujarnya Winowatan.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, BPKBMD tengah bermohon kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, untuk melakukan penilaian terhadap lahan tersebut. “Tahun 2015 sedang ditindaklanjuti. Sebelum pembuatan sertifikat, lahan tersebut harus dinilai terlebih dahulu dari instansi terkait dalam hal ini DJKN,” ujarnya lagi.

Dari permohonan yang telah disampaikan ke pihak DJKN, Winowatan menyatakan tenaga penilai dari DJKN telah datang dan melakukan penilaian. “Tim penilai sudah datang, kami tinggal menunggu hasilnya. Setelah ada nilai lahan tersebut, kami akan bermohon untuk pembuatan sertifikat sebagai upaya penataan aset milik Pemkab. Tahun ini telah dianggarkan Rp 150 juta untuk pembuatan sertifikat,” pungkas mantan Kabag Humas dan Kabag Umum Pemkab Minsel ini.(cw-3)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*