Sabtu, 22 September 2018

Tidak Indahkan Intruksi Bupati, Disiplin PNS Minsel Kembali Disorot

amurang

Suasana apel sore di Pemkab Minsel

AMURANG, (manadoterkini.com) – Rendahnya disiplin para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel), sebenarnya sudah menjadi rahasia umum. Bahkan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE, sudah sering mewanti-wanti, bahwa sebagai abdi negara, PNS harus disiplin, jujur dan taat pada aturan. Selain itu, media juga sudah sering mengkritik, namun disiplin dari pegawai masih tetap aja rendah, karena aturan yang ditegakkan kurang didukung dengan sanksi yang ada.

Himbauan Bupati tersebut, terkait akhir-akhir ini makin rendahnya disiplin PNS, baik untuk tingkat kehadiran mapun jadwal masuk kerja yang sering molor dari waktu yang telah ditetapkan, seakan tidak dihiraukan oleh PNS yang ada. Dapat diperhatikan, para PNS di Lingkungan Pemkab Minsel, kalau atasannya tidak masuk kerja karena alasan dinas luar seperti Kepala Dinas atau SKPD, maka para staf juga akan jarang masuk.

Begitu juga para Kepala Dinas atau SKPD, kalau Bupati lagi ke Luar Daerah atau lagi berhalangan masuk, maka akan susah mencari Kepala SKPD atau Dinas, dan diikuti oleh staf yang malas-malasan dan bahkan ramai-ramai tidak masuk kerja dan bolos kerja.

“Saya juga sudah sering baca di media, kalau disiplin PNS kita agak lemah, apalagi kalau pimpinannya tidak ada. Selain itu, pegawai juga banyak yang pulang sebelum waktunya. Dan ini perlu ditindak tegas, terutama oleh pimpinan mereka,” ujar anggota DPRD Minsel Welly Liwe kepada manadoterkini.com Senin (23/3) siang tadi saat bersua dengan manadoterkini di Kantor Pemkab Minsel.

Ditambahkan Liwe, PNS harus patuh kepada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010, tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Ketentuan Umum pasal 1 bahwa yang dimaksud dengan disiplin PNS adalah kesanggupan pegawai untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam Undang-Undang dan atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin. Bahkan pada Bab III pasal 6 disebutkan bahwa pegawai yang tidak disiplin akan dijatuhi hukuman disiplin. Jenis-jenis hukuman tersebut ada berupa ada berupa hukuman disipliin ringan, sedang dan berat. Jenis hukuman ringan adalah berupa teguran lisan, teguran tertulis dan teguran berupa pernyataan tidak puas secara tertulis.

Jenis hukuman sedang berupa penundaan gaji berkala, dan penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun. Sedangkan jenis hukuman berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun dan pemindahan dalam rangka penurunan setingkat lebih rendah bahkan sampai kepemecatan.

“Kalau aturan tidak ditegakkan, maka PNS akan terbiasa dengan aturan yang tidak tegas, dan ini tentu akan bertampak kepada kinerja dan pelayanan publik,” jelasnya.

Politisi Partai Gerindra ini juga mengingatkan agar PNS ingat sumpah waktu pertama diangkat menjadi PNS. Dalam Pasal 29 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 dinyatakan bahwa, dengan tidak mengurangi ketentuan dalam peraturan perundang-undangan pidana, maka untuk menjamin tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas, diadakan Peraturan Disiplin PNS.

Peraturan Disiplin PNS adalah peraturan yang mengatur mengenai kewajiban, larangan, dan sanksi apabila kewajiban tidak ditaati atau larangan dilanggar oleh Pegawai Negeri Sipil. Peraturan PNS diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang.” Sebenarnya siapa yang salah tentang tidak disiplinnya seorang pegawai yang sering bolos atau tidak masuk kerja disaat atasan mereka tidak masuk kantor atau ada keperluan dinas luar. Jawabannya tentu dari pegawai itu sendiri dan juga pimpinan mereka. Namun yang perlu dicermati tentu kembali ketanggungjawab pribadi,” tuturnya.

Kalau kesadaran itu sudah tumbuh didalam hati seseorang, jujur kepada diri sendiri, tentu tidak akan terjadi korupsi waktu.

Sementara itu, dari pantauan manadoterkini.com saat apel pagi dan apel sore yang dilakukan di sekretariat daerah terlihat hanya satu Kadis dan dua kabag serta beberapa Kabid yang ikut apel sore, Kepala Dinas dan kedua Kabag tersebut yakni Kadisperindakop UKM dan Pasar Sam Setho Slat, Kabag Perekonomian Adrian Sumuweng, Kabag Ortal Tusrianto Rumengan. Sementara pegawai atau staf yang berstatus PNS tidak sampai 50 persen yang hadir dan kebanyakan hanya dari tenaga Honda dan kontrak.(dav)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*