Kamis, 22 Agustus 2019

Assa Tegaskan Solar Cell Lewat PBL Mapalus Adalah Program Bukan Proyek

manado, bappeda

Kepala Bappeda Manado Peter KB Assa

MANADO, (manadoterkini.com) – Solar Cell dalam Program Berbasis Lingkungan (PBL) Mapalus bukan proyek tetapi program pemberdayaan masyarakat. Demikian penegasan Kepala Bappeda Kota Manado Peter Kalbert Bartje Assa ST MSc Ph.D, kepada wartawan.

Lanjut Assa menegaskan program tersebut merupakan usulan masyarakat. Dimana pemerintah lewat program PBL Mapalus, memberikan dana stimulan yang dicairkan melalui rekening Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Saya mau sampaikan dan jelaskan bahwa tidak ada aturan spesifikasi watt dalam program PBL untuk solar cell itu. Dalam pedoman PBL Mapalus tertera 40 watt, itu adalah RAB tipikal atau contoh dan tidak mengharuskan 40 watt dan yang menentukan berapa watt itu adalah masyarakat,” jelas Assa.

Lebih lanjut dijelaskan Assa, agar jangan samakan proyek sesuai aturan Perpress 54 yo 70 yo 4/2014 dengan program pemberdayaan masyarakat. Kalau program pemberdayaan masyarakat semua dari oleh dan untuk masyarakat, jadi masyarakat yang mengusul, melakukan dan mengawasi.

” Kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam PBL Mapalus sesuai perwako bisa pekerjaan konstruksi bisa pengadaan barang. Nah Solar cell itu masuk kategori gabungan ada bagian yang bisa harus konstruksi ada yang pengadaan. Yang konstruksi seperti pengecoran dudukan dan pemasangan tiang dan penyambungan bisa oleh masyarakat. Pemasangang solar cell bila sudah ada materialnya sangat mudah dipasang. Sama saja mengerjakan lampu jalan biasa. Untuk pembelian material masyarakat bisa melalui pihak ketiga,”terang Assa.

Dilain pihak tokoh masyarakat Terry Umboh, menuturkan akhir-akhir ini lampu jalan (solar Cell) melalui program PBL Mapalus terus dipolitisir. “Ya, kesannya memang seakan dipolitisir ini program bagus untuk rakyat,”kata Terry.

Lanjut dikatakan Ketua ASPINDO tersebut, mengingatkan Dekot Manado lebih memperdalam manajemen pemerintahan agar bisa konek dengan program yang dijalankan. “Jangan hanya berpikir untuk kepentingan kelompok atau pribadi. Kalau program pemerintah itu baik untuk mesyarakat kenapa tidak ditunjang. Karena kesannya Dekot lebih pada mencari kesalahan bukan solusi,”katanya.(ald)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*