Kamis, 18 Juli 2019

Pasca Kenaikan BBM, Sopir Angkot di Kotamobagu Naikan Tarif Sepihak

KOTAMOBAGU, (manadoterkini.com) – Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum lama ini telah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Premium. Solar yang sebelumnya dengan harga Rp. 6.400/Liter kini menjadi Rp. 6.900/Liter, sedangkan Bensin Premium sebelumnya dengan harga Rp. 6.800/Liter kini menjadi Rp. 7.300/Liter.

Melihat kenaikan BBM tersebut, sejumlah sopir angkutan luar kota, langsung menaikan tarif angkutan sepihak. Seperti beberapa trayek di Terminal

Bonawang, Kotamobagu. Kendaraan angkutan umum trayek Kotamobagu-Bintauna, misalnya, dari Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu rupiah per penumpang. Demikian pula dengan kendaraan angkutan umum Kotamobagu-Boroko, sebelumnya Rp 50 ribu menjadi Rp 60 ribu. Sementara jurusan Kotamobagu-Mopuya, dari sebelumnya Rp 15 ribu saat ini Rp 20 ribu atau

mengalami kenaikan Rp 5 ribu.”Para sopir angkutan terpaksa menaikan harga tarif sepihak meski belum ada penetapan dari pihak pemerintah. Kenaikan harga tarif perlu dilakukan untuk menutupi kerugian sejak kenaikan harga BBM yang diikuti oleh naiknya harga suku cadang kendaraan,” ujar Wawan, sopir angkutan Kotamobagu-Bintauna.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informasi (Dishubparkominfo) Kotamobagu, Agung Adati yang dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan, pihaknya telah

berkoordinasi dengan Dishub Propinsi Sulut.”Namun menurut mereka masih akan menunggu surat edaran dari Kementrian Perhubungan,” katanya.

Sambil menunggu surat edaran tersebut, Adati meminta agar para sopir tidak menaikan harga sepihak karena akan memberatkan para penumpang. Bahkan Adati, mengancam akan memberikan sanksi berat kepada sopir jika terus menaikan tarif sepihak. “Pertama bisa diberikan teguran tertulis. Namun jika tidak diindahkan bisa diberi sanksi pencabutan izin trayek,” tandasnya.(cw-8)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*