Jum'at, 19 Juli 2019

Direksi dan Banwas PD Pasar Lecehkan Instruksi Walikota Manado

Minta Gaji Harus Restu Malendeng?

manado

Pengarahan Walikota GSVL kepada jajaran Direksi dan Banwas PD Pasar lalu

MANADO, (manadoterkini.com) – Jajaran Direksi dan Badan Pengawas PD Pasar Kota Manado dinilai lecehkan instruksi Walikota Manado GS Vicky Lumentut. Pasalnya perintah langsung Lumentut pada Kamis (19/3) agar penanganan pengelolaan PD Pasar Manado Pasca ditahannya Dirut PD Pasar Jimmy Kowaas sebagai tersangka kasus korupsi periode 2012-2013 di rutan Malendeng tidak diindahkan oleh jajaran direksi dan Banwas PD Pasar.

Padahal Walikota ketika berkunjung ke Pasar Bersehati pekan lalu mengatakan karena Dirut masih mengalami proses hukum, maka segala tugas dibebankan kepada ketiga Direksi sesuai Tupoksi masing-masing dibawah pengawasan Banwas yang diketuai Ronny Gosal. Tetapi menurut sumber internal PD Pasar, kenyataan berbicara lain. Karena ketiga Direksi, masing-masing Direktur Umum Refly Tambayong, Direktur Operasional RAS Didi Syafii dan Direktur Pengembangan usaha Jeheskiel Lairah takut mengambil langkah-langkah taktis dalam rangka penyelamatan PD Pasar. Sementara Banwas dinilai kurang becus melakukan pengawasan dan terkesan kompromi dengan dugaan penyimpangan yang sudah terjadi di depan mata.

Menurut sumber internal PD Pasar, yang paling menyolok adalah pengelolaan keuangan yang diduga mulai ‘dimainkan’ oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Tetapi kondisi ini terkesan dibiarkan oleh Direktur umum. Kendati menurut sejumlah Staf, Tambayong sering mengeluhkan kondisi ini, tetapi tidak berdaya karena selalu atas petunjuk dari ‘Malendeng’. Parahnya lagi, sejumlah staf mengeluhkan pembayaran gaji dan tunjangan kinerja yang harus selalu meminta restu Dirut. “Tiap torang tanya di bagian keuangan, dorang bilang belum ada petunjuk Dirut. Torang wajib setor muka dulu di Malendeng baru bisa cair,” ungkap sejumlah staf perempuan, Rabu (25/3).

Tak hanya itu, sejumlah penertib di pasar Bersehati mengaku kecewa karena gaji mereka sempat tertahan karena perintah dari Malendeng. “Kita mo minta biaya berobat karena anak sakit. Tapi Dirut bilang jangan dulu. Terpaksa karena so perlu cari dulu pinjam ke rentenir. Dorang cuma bilang kalu suka mo dapa bayar harus pigi dulu di Malendeng,” kata seorang penertib yang mengaku sudah hampir 5 tahun bekerja di PD pasar.

Sejumlah staf mengaku kecewa dengan kondisi ini karena jika hal ini dibiarkan akan menciptakan suasana yang tidak sehat. Sebab penilaian pimpinan bukan lagi didasarkan atas kinerja tetapi berdasarkan kedekatan dengan Malendeng. “So nda fair ini, dorang yang hari-hari so nda kerja karena pigi Malendeng so terima gaji dan tunjangan. Sedangkan torang yang mati-matian di lapangan belum dibayar. Kalu pak Wali kase biar ini kondisi itu berarti memperpanjang torang pe penderitaan di minggu sengsara,” kata seorang staf yang mengaku telah mengalami 4 masa kepemimpinan Dirut.(tim)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*