Sabtu, 21 September 2019

Sekda Manado : UC Harus Tersosialisasi Dengan Baik

manado

Sekda MHF Sendoh menjelaskan program UC kepada pasien

MANADO, (manadoterkini.com) – Dinas Kesehatan harus memberi pemahaman dan sosialiasi yang baik bagi pengguna Universal Coverage (UC) dan jaminan kesehatan lainnya agar pasien tidak merasa tersepelekan. Demikian petikan kalimat yang diungkapkan Sekretaris Kota (Sekda) MHF Sendoh saat menidaklanjuti laporan warga terkait program unggulan Pemkot Manado tersebut di ruangan Irina A RSUP Prof Kandow, Malalayang.

Dimana Sekda langsung menemui keluarga Maseke-Siwi, salah satu anggota keluarganya mengalami kecelakaan. Dalam keterangan keluarga pasien yang dirujuk Sabtu 28/3/2015, tenaga medis yang merawat menyarankan keluarga untuk menggunakan jaminan kesehatan lain daripada UC.

“Dalam khasus ini biasanya ini hanya miss komunikasi saja. Untuk itu kedepan harus ada komunikasi intensif yang terbina antara Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit, sehingga dapat diketahui pasien bersangkutan adalah pengguna UC,”kata Sekda.

Begitu juga dengan para medis maupun dokter yang merawat pasien harus menginformasikan agar tidak salah mengerti sehingga memunculkan hal-hal yang tidak dikehendaki oleh semua pihak.

“Memang ini perlu ada upaya dan kerja keras dari semua pihak supaya benar-benar masyarakat khususnya pasien dari Kota Manado merasakan bahwa memang benar sangat bermanfaat program UC. Bagi mereka yang mengikuti jaminan kesehatan lain seperti BPJS Kesehatan, harapan saya kiranya para petugas dibidang kesehatan ini dapat memberikan pemahaman kepada pasien dan keluarga agar hal-hal yang tidak dikehendaki dapat diminimalisir sebaik mungkin. Dan saya akan terus mengawal program UC ini lebih baik lagi kedepannya,”tambah Sekda.

Selanjutnya ketika ditanya terkait daftar harga obat Sekda mengatakan bahwa untuk DPHO telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, dan kedepan akan ada obat-obat yang ditambahkan kedalam daftar DPHO karna ini akan sangat membantu para pasien.

”Pada saat ini ada obat-obat yang tidak termasuk dalam daftar yang dicover oleh UC dan BPJS Kesehatan dan ini berarti pasien harus mengelurakan biaya tambahan untuk obat-obatan yang tidak masuk dalam daftar yang telah ditentukan, “terang Sekda.

Ketika dikonfirmasi kepada dokter yang bersangkutan yaitu dokter Mervin Manginte, mengapa menganjurkan pasien dirujuk dengan jaminan kesehatan lain dari pada UC. Dokter Mervin mengatakan jika pasien ingin dirawat menggunakan kelas dua atau satu program UC tidak dapat digunakan.

“Untuk pelayanan kesehatan kita tidak membedakan mana UC dan jaminan kesehatan lain baik itu BPJS Kesehatan, saat ini menunggu pasien sadar dan harus pulih dulu untuk pengobatan dan penanganan selanjutnya. Jika pasien ingin pindah ke kelas dua atau satu, maka pasien tidak dapat menggunakan program UC. Karena UC hanya mengcover untuk kelas tiga,”ujar Marvin.(ald)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*