Sabtu, 21 September 2019

Warga Soroti Aktivitas Galian C di Minsel

AMURANG, (manadoterkini.com) – Aktivitas pertambangan Galian C di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), yang sebagian besar masuk kawasan bantaran sungai dan dekat hutan lindung, mendapat sorotan dari sejumlah elemen masyarakat Minsel. “Pada prinsipnya kami menolak semua jenis pertambangan, termasuk pertambangan Galian C seperti yang ada di Minsel khususnya dibawah jembatan Ranoyapo Amurang dan tempat lainnya,” ujar Ketua Pecinta Alam Clif Hangger Amurang Sanly Lendongan saat bersua dengan manadoterkini.com.

Dikatakannya, pertambangan Galian C di Minsel sudah jelas merusak ekosistim, apalagi sangat dekat dengan pemukiman warga. “Jelas ini membahayakan lingkungan hidup, sehingga mengancam kehidupan manusia,” tegasnya.

Lendongan menambahkan kalau selama ini tidak pernah temukan tambang ramah lingkungan. Artinya semuanya merusak lingkungan hidup. Itulah sebabnya pihaknya meminta agar pemerintah Minsel harus menutup pertambangan Galian C tersebut. “Kan areal pertambangan banyak juga di kawasan pesisir pemukiman warga, ini akan berbahaya bagi keselamatan masyarakat sekitar. Juga akan menjadi penyebab datangnya banjir bandang,” pungkasnya.

Sementara itu Stenly, salah satu warga Amurang mengatakan, dulunya wilayah tempat tinggalnya tidak pernah tersentuh banjir. Namun belakangan ini sebagian Amurang sudah pernah mengalami banjir.”Ini penyebabnya hutan sudah mulai rusak akibat aksi pertambangan Galian C. Ini menandakan waspada bagi kita warga Minsel, agar lebih mencintai lingkungan hidup,” tandasnya.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*