Sabtu, 21 September 2019

Potensi Pertanian Minahasa Terus Dilirik Bank Indonesia

TONDANO, (manadoterkini.com) – Tidak bisa dipungkiri akhir-akhir ini warga di Minahasa lebih dominan ke sektor jasa dari pada menggarap potensi pertanian. Tak ayal, kenaikan harga cabe atau rica medio Desember 2014 hingga awal Februari 2015, yang berdampak inflasi di Sulawesi Utara mendapat topangan sektor pertanian di Minahasa.

Untuk itu, Pemkab Minahasa mengandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Bank Indonesia, guna mewujudkan Minahasa yang kaya rempah-rempah. Bank Indonesia memang lagi bermimpi agar Minahasa bisa menjadi pemasok rica atau cabe di Sulawesi Utara.

“Cabe Minahasa perlu digenjot sehingga Sulut tidak hanya bergantun dari Gorontalo dan Surabaya. Dampak inflasi di Sulut diakibatkan oleh rica,”ujar Kepala BI Perwakilan Sulut di Manado, Luctor Tapiheru.

Diakui Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow, peran BPN dan BI untuk kemajuan sektor pertanian di Minahasa memang sangat dibutuhkan. Jika BPN bisa membantu masyarakat petani dengan pemberian sertifikat gratis, maka BI menjalankan perannya dari segi penyaluran modal ataupun bantuan pertanian melalui Prgram Coorporate Social Responsibility.

“Tentu ini adalah hal yang sangat dinanti-nanti oleh seluruh masyarakat petani di Minahasa, terutama mereka dari kalangan kurang mampu. Namun. Dengan demikian, program kemitraan seperti penanaman tanaman cabe di Minahasa harus tetap jalan,” ungkap Sajow.(tim)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*