Kamis, 18 Juli 2019

Mulai Hari Ini, PAN Manado Lakukan Penjaringan Calon Walikota

MANADO, (manadoterkini.com) – Partai Amanat Nasional (PAN), Kota Manado, Senin (20/4/) hari ini, secara resmi telah membuka pendaftaran bakal calon Walikota Manado. Hal ini disampaikan Ketua tim penjaringan PAN, Bambang Hermawan, saat ditemui wartawan di Rumah PAN, yang berada di kawasan Mega Mas.

”Pejaringan bakal calon Walikota Manado berdasarkan petunjuk DPP. PAN menargetkan kemenangan di Pilkada kota Manado, yang akan digelar pada Desember 2015 nanti. Maka dari itu, penting sekali untuk menyeleksi dengan baik siapa calon yang kemudian akan diusung oleh PAN,” ujar Bambang yang ikut di dampingi Bahrin Gani dan Tommy Domili, yang juga Sekretaris dan Wakil Ketua Tim Penjaringan.

Ditambahkannya, Tim penjaringan juga sudah melakukan pemantapan terkait mekanisme penjaringan. Dan bagi calon yang ingin ikut mendaftarkan diri bisa mendatangi Rumah DPW PAN Sulut. ”Jadi bagi siapapun yang akan ikut dalam penjaringan calon Walikota dan Wakil Walikota Manado dari PAN, silahkan menuju Rumah DPW PAN Sulut,” tutur Bambang yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Manado.

Bambang menjelaskan, bahwa saat ini sudah ada beberapa nama, mulai dari pengusaha, politisi maupun pejabat, sudah menyatakan diri untuk turut serta dalam penjaringan nantinya. ”Memang sudah ada beberapa yang berkomunikasi dengan tim, untuk ikut dalam penjaringan PAN. Kami pastinya akan menerima siapapun yang akan ikut serta dalam penjaringan, karena sudah menjadi kesepakatan untuk menjaring siapapun, baik itu kader partai maupun tokoh masyarakat,” tambahnya.

Partai yang lahir dari perut Reformasi ini, juga mengharamkan adanya pemasangan mahar pada calon yang akan diusung. ”Haram yang namanya mahar di PAN, itu juga sesuai arahan Ketua DPW PAN Sulut, Ir Tatong Bara dan Ketua DPW PAN Kota Manado, Boby Daud,” tegasnya sembari menjelaskan jika nantinya, Tim 9 yang akan melakukan fit and proper test bagi para Calon. Diketahui, periode ini mekanisme pengusungan calon walikota berbeda dengan sebelumnya.

Dengan disahkan undang-undang pemilihan kepala daerah yang baru, ada beberapa poin penting yang lebih mempersempit partai politik maupun calon independent untuk mengusung di pemilihan kepala daerah. Kalau dahulu setiap parpol hanya membutuhkan 10 persen suara di legislatif agar dapat mengusung calon kepala daerah, kali ini harus mencapai 20 persen. “Tim penjaringan akan bekerja secara selektif dan professional untuk bisa mengusung. Kami juga membuka diri bagi calon yang memiliki visi misi yang jelas dan platform yang sama dengan partai kami,” tegas mantan ketua DPD IMM Sulut ini.(*/tim)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*