Kamis, 17 Oktober 2019

Pemkab Bolmong Sosialisasi Tumbuh Kembang Anak

bolmong

Sosialisasi tumbuh kembang anak

BOLMONG, (manadoterkini.com) – Peran anak sebagai tunas harapan dan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa memiliki peran strategis. Karena dalam diri anak melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Demikian diungkapkan Bupati Bolmong, Hi Salihi B. Mokodongan, saat membuka sosialisasi tumbuh kembang anak dan perlindungan anak yang digagas Pemkab Bolmong melalui Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Adm Kesra), Rabu (22/4).

“Dalam upaya menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara dimasa yang akan datang, peran anak sebagai tunas harapan dan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa memiliki peran strategis. Karena dalam diri anak melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya,” ujar Salihi.

Ditambahkan Bupati setiap anak perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya, untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental, maupun sosial serta memiliki akhlak yang mulia. “Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, diamanatkan bahwa penjaminan dan pemenuhan hak-hak anak di dalam keluarga dan pengasuhan alternatif, menjadi tanggung jawab bersama orang tua, keluarga, masyarakat dan negara,”urainya.

Kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Badan (Kaban) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemprov Sulut Ir Erny B. Tumundo, Asisten II Drs Djek Damopolii, Kanit PPA Polres Bolmong Ipda M. Rosyid, staf ahli, Kabag Kesra, kepala SKPD terkait, guru pendamping serta para siswa SMP dan SMA.

Kaban Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemprov Sulut Ir Erny B. Tumundo pemaparan materi mengatakan persoalan tumbuh kembang anak tak cukup bila hanya diserahkan kepada alam, namun harus melalui intervensi sosial, ekonomi, budaya, politik dan teknologi, serta semangat dan kesungguhan para orang tua agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Sementara Kanit PPA Ipda M. Rosyid mengatakan perlindungan terhadap hak-hak dan kesejahteraan anak, berdasarkan prinsip non diskriminasi serta penghargaan terhadap pendapatnya. “Anak harus memperoleh jaminan perlindungan dari kekerasan dan pemerasan serta eksploitasi negatif,”pungkasnya.(cha)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*