Sabtu, 21 September 2019

Proyek Jalan Sumompo Ternyata Ada, Bukan Fiktif

Masuk Pencemaran Nama Baik, LAKI-P Minta Pemkot Seret ke Ranah Hukum

manado

Tommy Sumelung

manado

Mona Kloer

MANADO, (manadoterkini.com) – Ungkapan personil Dewan Kota Manado, Mona C Kloer lewat media cetak dan online bahwa tidak pernah melihat pembangunan jalan di ruas jalan Sumompo dengan kata lain fiktif, karena dalam LKPJ Walikota Manado teralisasi mencapai 100 persen ditanggapi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Anti Korupsi Indonesia Perjuangan (LAKI-P).

Menurut Ketua LAKI-P Tommy Sumelung SH, dari hasil investigasinya ke lapangan, Kamis (23/4) kemarin, untuk proyek ruas jalan Sumompo seperti yang dinyatakan fiktif oleh anggota Dekot Manado Mona Kloer ternyata pernyataannya itu sangat bertolak belakang. Pasalnya dikatakan Sumelung, proyek jalan tersebut tidak fiktif karena dari kenyataannya di lapangan proyek tersebut memang benar-benar ada.

“ Saya sangat mengapresiasi tugas sebagai DPRD untuk melakukan pengawasan, tetapi kalau mau memberikan pernyataan harus sesuai fakta di lapangan yang akurat dan akuntabel. Karena berdasarkan fakta yang ada di lapangan proyek jalan tersebut ternyata memang benar-benar ada dan tidak fiktif, pernyataan Mona Kloer seperti yang dimuat di beberapa media itu sangat tidak rasional dan diduga mengandung unsure politis,” ungkap Sumelung kepada Wartawan, saat bersama-sama dengan Dinas PU Manado turun langsung ke Lapangan untuk membuktikan apakah proyek jalan Sumompo itu fiktif seperti yang dinyatakan Mona Kloer.

Ditegaskan Sumelung, pernyataan Mona Kloer di beberapa media bahwa dalam Laporan LKPJ Walikota Manado, ada pembohongan public terkait proyek pembuatan jalan Sumompo fiktif itu masuk dalam ranah hukum kategori fitnah.

“Sebagai warga Manado juga Ketua LAKIP, meminta Kabag Hukum Pemkot Manado untuk melaporkan masalah ini dan menuntut Oknum anggota Dekot Manado Mona Kloer agar diseret ke ranah hukum, karena ini adalah fitnah. Walikota Manado adalah seorang pemimpin dan menjadi anutan bagi warga Manado, tidak mungkin melakukan pembohongan public dalam LKPJ Walikota Tahun Anggaran 2014,” tegas Sumelung.

Ditambahkan Sumelung, sebagai Lembaga Anti korupsi di Sulut kalau pernyataan Mona Kloer benar-benar proyek itu fiktif, pihaknya pasti mendukung dan akan duduki Pemkot Manado untuk menuntut pertanggung jawaban.

“Tetapi karena proyek benar-benar ada dan bertolak belakang dengan pernyataan dari anggota Dekot Manado Mona Kloer, maka kami akan mendukung dan meminta Kabag hukum Pemkot Manado. Untuk menyeret masalah ini ke ranah hukum, karena pernyataan Mona Kloer tersebut merupakan fitnah kepada seorang Kepala Daerah yang telah melaporkan LKPJ. Karena proyek pembuatan jalan Sumompo itu pada kenyataan di lapangan benar-benar ada dan tidak fiktif,” beber Sumelung.(tim)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*