Sabtu, 21 September 2019

Pembangunan Sulut Masih Lambat, APBD Terkuras Belanja Pegawai

manado

SH Sarundajang (ist)

MANADO, (manadoterkini.com) – Upaya sukses Gubernur SH Sarundajang (SHS) mendatangkan pengusaha Tiongkok berinvestasi Rp34 triliun di Sulut harus disyukuri. Jika hanya mengandalkan APBD, pembangunan Sulut pasti lambat, mengingat komposisi APBD Pemerintah Provinsi, dan sejumlah Kabupaten/Kota di Sulut, masih lebih dari setengahnya habis untuk belanja pegawai.

PNS Sulut menguras signifikan dana pembangunan. Tak heran, evaluasi dari Bappenas RI belum lama ini, belanja pegawai Sulut menghambat pembangunan. Dana APBD Sulut banyak digunakan untuk belanja pegawai. Yaitu 50,74%. Sedangkan belanja barang jasa (17,41%) Sementara, porsi belanja modal yang merupakan investasi publik, masih rendah. Hanya sekira 22,89%. Padahal, porsi itu krusial membangun daerah.

Masih rendahnya porsi belanja modal yang merupakan investasi publik menjadi tantangan pembangunan di Sulut. Pemprov Sulut sendiri dilematis. Soalnya, pemerintah daerah butuh anggaran lebih untuk membangun, namun di sisi lain, butuh juga kuantitas PNS. Otomatis, belanja pegawai naik.

Menurut Sekretaris BKD Sulut Drs Lucky Taju MSi, perlu ada kajian lebih dalam lagi soal penambahan PNS. “Karena tergantung kebutuhan daerah. Memang kalau dilihat ada yang Kabupaten/Kota yang kelebihan dan kekurangan PNS,” ujarnya.

Tak serta merta, kata dia, karena serapan belanja pegawai sangat tinggi, kemudian tak bisa diadakan penambahan PNS. “Karena ada beberapa Kabupaten di Sulut yang memang kekurangan PNS. Makanya, harus ada analisis jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK),” ungkapnya.

Pemprov Sulut sendiri, tambah dia, tetap akan mengusulkan penerimaan CPNS tahun ini. “Karena ada beberapa SKPD yang kekurangan PNS dan harus ditambah. Namun kita prioritaskan tenaga honorer,” jelasnya.(chris)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*