Jum'at, 19 Juli 2019

Meski Sudah Dilarang, Miras Jenis Bir Masih Marak di Minsel

AMURANG, (manadoterkini.com) – Meskipun Kementerian Perdagangan RI telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minol. Aturan tersebut mulai berlaku efektif 17 April 2015, di seluruh daerah termasuk Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Dalam aturan tersebut, pemerintah melarang penjualan minuman beralkohol golongan A di minimarket dan pengecer. Minuman alkohol Golongan A merupakan minuman dengan kadar alkohol kurang dari lima persen yaitu di antaranya bir, bir hitam, dan minuman ringan beralkohol.

Namun, aturan tersebut nampaknya belum diterapkan di Minsel. sejumlah minimarket dan warung pengecer masih nampak memberjualbelikan miniman beralkhol ke masyarakat. Sementara Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Penanaman Modal (Disperindagkop Minsel hingga kini belum ambil tindakan menindaklanjuti larangan tersebut. Alasannya, karena tidak ada petunjuk dan teknis (Juknis) soal larangan itu. “Kan hanya sampai dilarangan. Tidak ada Juknis apakah kita akan lakukan razia atau seperti apa. Namun, untuk sementara, kita layangkan surat ke pemilik toko, supermarket dan minimarket, sebagai langkah awal terkait larangan itu,” kata Kepala Disperindako Minsel Sam Setho Slat ST.

Dia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementrian Perdagangan terkait aturan ini. “Dalam waktu dekat saya akan ke Krmenterian di Jakarta untuk koordinasi. Sekaligus menanyakan langkah apa yang akan dilakukan,” kata Slat.

Diketahui, pemerintah secara resmi melarang penjualan minuman beralkohol di minimarket atau pasar ritel di Indonesia. Bila dalam Permedag sebelumnya diperbolehkan menjual minuman beralkohol dengan kadar 5%, maka dalam peraturan yang baru ini dilarang penjualan minuman beralkohol di minimarket

Larangan ini tak berlaku untuk supermarket atau hipermarket, namun dengan syarat khusus, yaitu konsumen tidak boleh mengambil langsung minuman beralkohol di hipermarket dan supermarket, minuman beralkohol jenis bir hanya bisa diambil langsung oleh petugas.

Selain itu, untuk pembelian bir di hipermarket dan supermarket, usia pembeli yang dibolehkan membeli bir di atas usia 21 tahun atau dengan menunjukan kartu identitas seperti KTP. Untuk penjualan minuman beralkohol di restoran cafe dan rumah makan, maka harus diminum langsung di tempat alias tak boleh dibawa pulang atau keluar dari kawasan.

Salah satu alasan pemerintah melarang minimarket menjual bir, karena selama ini lokasi minimarket banyak yang berdekatan dengan pemukiman. Pelarangan penjualan untuk mencegah anak-anak usia dini mengkonsumsi minuman beralkohol termasuk bir.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*