Sabtu, 21 September 2019

Hingga Batas Waktu Habis, Baru 10 Persen Pejabat di Minsel Masukkan LHKASN

AMURANG, (manadoterkini.com)-Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Drs Roy Tiwa mengungkapkan, hingga batas waktu per 31 Maret lalu, pemasukan Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) habis, baru 10 persen pejabat di Minsel yang memasukannya.

Menurut Tiwa, hingga saat ini atau akhir April ini, baru sekitar 10 persen pejabat yang memasukannya.

“Hal ini terjadi, karena sebagian pejabat mengaku kesulitan menyusun LHKASN, sebab harus diikutkan dengan data yang akurat dan bukti yang sah,” ujarnya.

Tiwa pun berharap kerjasama yang baik dari pejabat dan staf yang ada di lingkup Pemkab Minsel agar secepatnya melengkapi data untuk usulan LHKASN.

“Pejabat dan jajaran Pemkab Minsel harus lebih fi siplin dan segera mrmasukan dan melengkapi LHKASN tersebut, karena itu diharuskan bagi pejabat dan PNS,” harapnya.

Hal senada disampaikan Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE, Dia mengaku telah mengeluarkan intruksi dengan nomor 865/38/Bms-BKDD tentang LHKASN di lingkup Pemkab Minsel dan intruksi ini khusus untuk pejabat eselon II, III dan IV serta bendahara.

“LHKASN harus di masukkan dan itu harus diisi dengan jujur benar dan lengkap, ini sangat penting, supaya pendapatan pejabat tersebut dapat diukur,” ungkapnya.

Istri tercinta dari Kristovorus Deky Palinggi SE ini juga meminta agar ini jangan sampai ada pejabat yang korupsi dan memiliki kekayaan yang tidak wajar.

“LHKASN ini juga tentunya akan menghindari terjadinya penyalahgunaan jabatan untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok,” tandasnya.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*