Minggu, 21 Juli 2019

Ratusan Hektar Tanaman Kelapa di Minsel Terancam Habis

AMURANG, (manadoterkini.com) – Rupanya saat ini, Hama Brontispa saat ini telah menyebar di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Seperti halnya tanaman kelapa yang ada di wilayah Kecamatan Motoling Raya, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan bahkan telah menjalar ke perkebunan kelapa di perbatasan antara Minsel dan Bolmong, hal ini kian meresahkan petani. Pasalnya, hingga kini sudah ada ratusan hektar lahan petani kelapa di Kecamatan Kumelembuai terancam rusak karena penyebaran hama Brontispa tersebut.

Sejumlah petani kelapa mengatakan, hama Brontispa tersebut mulanya menyerang bagian pucuk atau daun termuda. Namun kini hama mengganas sebab telah menyerang batang, tanaman kelapa hingga akhirnya terancam mati. “Sampai sekarang serangan hama masih terjadi. Selain banyak daun kering, jumlah buah kelapa pun mengalami penurunan,” ujar Ronald Onibala salah satu petani Kelapa di Motoling Barat.

Onibala berharap, Pemkab Minsel khususnya instansi terkait yakni Dinas Perkebunan tidak menutup mata melainkan merespons dengan memberikan bantuan obat pembunuh hama agar produksi kelapa tidak menurun.” Ancaman hama Brontispa memang sudah lama berlangsung dan telah merusak puluhan hektar lahan perkebunan kelapa milik para petani. Bukan cuma wilayah Kumelembuai, ancaman hama juga sudah menjalar ke perkebunan kelapa di perbatasan Minsel dan Bolmong,” keluhnya.

Hal senada diungkapkan Wildy Lempas, warga Makasili yang sudah puluhan tahun menggeluti pekerjaan bertani kelapa. Menurutnya, cara kerja hama Brontispa cepat dan mudah menjalar ke pepohonan lain. Lahan miliknya sudah sebagian rusak akibat hama tersebut. “Awalnya bagian pucuk pohon kelapa yang dirusak hingga busuk. Pohonnya pun bisa mati jika prosesnya tidak segera ditangkal baik berupa obat atau hal semacanya. Kiranya kami bisa mendapatkan bantuan agar masalah serangan hama tersebut tidak banyak merugikan kami,” harap Lempas.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*