Kamis, 18 Juli 2019

Selang Januari-April Penyakit DBD di Minsel Capai 52 kasus, 3 Meninggal

AMURANG, (manadoterkini.com)-Mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Pemkab melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggiatkan fogging di 60 titik yang berada di 17 Kecamatan.

Berdasarkan informasi, jelang Januari hingga akhir April ini, sedikitnya 52 warga Minsel positif terkena DBD, tiga diantaranya meninggal dunia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan yang juga Sekertaris Dinkes Minsel Maritje Pontoh mengungkapkan, sejak adanya kasus DBD, Dinkes Minsel sudah turun ke wilayah-wilayah rawan. Selain melakukan survey dan pendataan, juga langsung melakukan foging.

“Sampai saat ini sudah sekitar 60 titik dilakukan foging,” ujarnya.

Selain itu Dinkes juga melakukan sosialisasi untuk pencegahan, dalam hal ini menguras, menimbun, menutup dan menggunakan ABT serta anti nyamuk (3Mplus).

“Untuk melakukan fogging ada mekanisme dimana harus ada laporan awal dari instansi terkait dalam hal ini Puskesmas atau Rumah Sakit, setelah itu Tim akan turun melakukan survey dan dilanjutkan dengan fogging,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pontoh juga meminta masyarakat mengambil tindakan khusus untuk mengendalikan dan menghindarkan gigitan nyamuk. Cara terbaik mengendalikan nyamuk “Aedes aegypti” kata dia dengan menyingkirkan habitatnya yakni mengosongkan wadah air terbuka sehingga nyamuk tidak dapat bertelur di dalam wadah-wadah terbuka itu. Insektisida atau agen-agen pengendali biologi juga dapat digunakan untuk mengendalikan nyamuk. Air tidak mengalir harus dibuang karena air tersebut menarik nyamuk, dan juga karena manusia dapat terkena masalah kesehatan jika insektisida menggenang di dalam air diam.

” Untuk mencegah gigitan nyamuk, dapat memakai pakaian yang menutup kulit mereka sepenuhnya. Mereka juga dapat menggunakan anti nyamuk, juga dapat menggunakan kelambu saat beristirahat,” pungkasnya.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*