Jum'at, 18 Oktober 2019

Ada Dugaan SPPD Fiktif di DPRD Manado?

MANADO, (manadoterkini.com) – Soal Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) DPRD yang sering memunculkan polemik dan bahkan berdampak hingga ke ranah hukum. Khusus di DPRD Kota Manado, ternyata telah menjadi perhatian aktivis Anti Koripsi.

Menutur ), Arzene Hut Kamrin salah satu aktivis Anti Korupsi menuturkan ada dugaan SPPD di DPRD Manado.

“Saya menerima informasi ada dua lembar SPPD yang ditandatangani dua staf DPRD Kota Manado, atas nama dua legislator,” ucap Kamrin.

Aktivis yang dikenal vokal dan aktif membongkar kasus korupsi ini menegaskan dugaan kasus SPPD fiktif sudah disampaikan ke Polda Sulut untuk diusut secara detil dan obyektif.

“Saya sudah lapor langsung ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulut. Saya katakan ini baru dugaan. Tolong diusut. Fenomena perjalanan dinas dewan Manado itu sudah melampaui batas toleransi penggunaan anggaran publik. Saya bilang ke penyidik, ada tendensi legislator Manado itu terlalu rakus. Karena itu potensi pengambilan SPPD tanpa agenda dan unsur fiktif itu kuat,” urai Kamrin.

Ia meminta pimpinan DPRD Manado yang menandatangani SPPD legislator harus diperiksa lebih dulu. “Kebiasaan pimpinan dewan dengan gampang menandatangani SPPD itulah yang memicu potensi manipulasi SPPD menjadi fiktif,” tandasnya.

Untuk diketahui, pihak Sekreariat dewan Kota Manado dan pimpinan DPRD Kota Manado hingga berita ini diterbitkan belum terhubung saat dilakukan upaya konfirmasi.

Tak ayal, wakil rakyat yang doyan melakukan perjalanan dinas keluar daerah dengan agenda studi banding atau kunjunga kerja perlu mengantisipasi hal ini.(tim)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*