Selasa, 22 Oktober 2019

Iryantomo : Fasillitas Transportasi di Minsel Masih Buruk

AMURANG, (manadoterkini.com) – Kementrian Perhubungan melalui Ditjen Angkutan Darat, telah selesai melakukan penilaian Wahana Tata Nugraha di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) beberapa waktu lalu. Wahana Tata Nugraha merupakan penilaian kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan.

Setelah melakukan penilaian, Ditjen Angkutan Darat kemudian memaparkan hasilnya dihadapan Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE, Sekdakab Minsel Drs Danny Rindengan MSi dan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait pada pekan kemarin.

Dari pemaparan tersebut, terungkap masih banyak yang perlu diperbaiki oleh Pemerintah Daerah. “Ada beberapa titik di Minsel yang tidak memiliki trotoar. Padahal itu sangat penting untuk melindungi pejalan kaki dari kendaraan yang melintas,” kata Kepala Seksi Angkutan perkotaan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Peehubungan Feliks Iryantomo ATD.

Iryantomo juga menyorot lalulintas penyebrangan namun tidak memiliki zebra cross. “Seharusnya ada zebra cross, sebagai tempat penyebrangan pejalan kaki,” katanya.

Tim dari Ditjen Angkutan Darat ini juga melihat kondisi di terminal Amurang. “Terminal Amurang sudah bagus. Tempat PKL sudah ada, tempat penumpang sudah ada. Namun sayangnya, tempat parkirnya tidak memiliki marka,” jelasnya.

Untuk terminal Amurang, menurut Iriantono, masih sangat semrawut dan harus dilakukan penataan kembali. Sejumlah pengendara masih sembarang memarkir kendaraan. “Pemkab juga diharapkan bisa memberikan bantuan seragam kepada sopir,” katanya.

Tak hanya fasilitas transportasi yang dinilai tim Ditjen Angkutan Darat, tetapi juga disiplin para pengendara. Menurut Iriantono, sejumlah pengendara roda dua nampak masih mengabaikan keselamatan berlalu lintas karena tidak memakai helm. “Perlu ada ketegasan dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Iriantono juga mengkritik sejumlah pejabat di Minsel yang hanya sembarangan memarkir kendaraan di kompleks kantor bupati Minsel. Parkirannya dinilai sangat semrawut. “Saya melihat sejumlah kendaraan dinas hanya diparkir sembarangan. Dan itu sangat mengganggu kelancaran lalu lintas,” jelasnya.

Selain itu, tempat pengujian kendaraan bemotor yang berada di Desa Kapitu Kecamatan Amurang barat juga didatangi tim penilai. “Sebagian besar alat disana rusak dan tidak langsung diperbaiki. Tidak hanya itu sejumlah fasilitas berupa ruang tunggu, ruan administasi juga belum ada,” katanya.

Dia berharap, hal ini bisa menjadi catatan untuk Pemkab Minsel dan kemudian langsung diperbaiki. “Kiranya hal ini lansung ditindaklanjuti agar pelayan kepada masyarakat dalam hal transportasi lebih baik lagi,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Minsel menanggapi positif beberap catatan yang diberikan tim penilai WTN.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*