Jum'at, 18 Oktober 2019

Persoalan Ekonomi Picu Tingginya Perceraian di Bolmong Raya

KOTAMOBAGU, (manadoterkini.com) – Selang tahun 2014 hingga tahun 2015 gugatan cerai dari pihak istri mendominasi di Bolmong Raya. Dimana persoalan ekonomi masih mendominasi alasan gugatan cerai pasangan suami istri (Pasutri).

Panitera Muda Hukum PA Kotamobagu, Abdul Munir Makka, mengatakan dalam proses persidangan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya mengakui jika perceraian itu akibat orang ketiga atau perselingkuhan.

“Perselingkuhan memang bisa dipicu persoalan ekonomi, karena orang ketiga bisa mencukupi secara ekonomi dari pada yang sudah ada,” jelas Makka.

Diketahui dari data Pengadilan Agama (PA) Kotamobagu tercatat 1.008 kasus cerai, 794 merupakan permohonan gugat cerai dari istri.(cha)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*