Jum'at, 15 Desember 2017

DPRD Minta Pelayanan KP2TSP Minsel Sesuai SOP

AMURANG, (manadoterkini.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pada Selasa (26/5) kemarin, menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (KP2TSP) Minsel. Dalam hearing tersebut, legislator dari Komisi II meminta kepada KP2TSP untuk memberikan pelayanan dalam pembuatan ijin sesuai standart operasi pelayanan (SOP).

Ketua Komisi II Dekab Minsel Drs Robby Sangkoy MPd bersama anggota,dalam rapat tersebut, dengan tegas menyampaikan kepada pihak KP2TSP selaku pihak yang bertanggung jawab dalam menerbitkan ijin, untuk lebih memperhatikan kelancaran dan waktu dalam memproses perijinan.

“Kami selaku mitra kerja Pemkab Minsel dalam menyelenggarakan pemerintahahan dan pembangunan di Kabupaten Minsel, tentunya ikut bertanggung jawab dalam menyukseskan apa yang menjadi program Pemkab Minsel dalam hal ini Ibu Bupati Christiany Paruntu SE, yakni peningkatan perekonomian warga melalui sektor usaha. Oleh sebab itu, lewat pertemuan saat ini, di harapkan kepada pimpinan dan staf di KP2TSP, agar kedepan untuk lebih memperhatikan dalam pelayanan pengurusan ijin. Berikan kemudahan kepada pelaku usaha yang akan melengkapi dokumen perijinan, dan tidak usah berbelit-belit,” ujar sangkoy.

Sementara itu, Kepala KP2TSP Franky Pasla SE, berjanji untuk segera membenahi segala kekurangan yang ada di pihaknya, dengan tidak mengabaikan apa yang menjadi tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh setiap pelaku usaha. “Sejauh ini kami dari KP2TSP sudah memberikan pelayanan yang terbaik serta sesuai SOP. Tapi yang menjadi kendala, terkadang pelaku usaha saat datang dan meminta untuk diterbitkan ijin, belum mengikut sertakan dokumen pendukung lainnya, sehingga belum bisa dilayani,” ujar Pasla.

Disinggung soal ijin galian C dan bangunan Tower, Pasla mengaku bukan merupakan kewenangan pihaknya untuk menerbitkan ijin Galian C, dan telah menyurati semua pemilik Tower, namun belum direspon. “Berbicara soal ijin galian C, itu ada di dinas Pertambangan. Dan kami sudah beberapa kali menyurat kepada pemilik maupun pengguna Tower untuk segera menyelesaikan tunggakannya, namun dari kedua bela pihak saling lempar tanggung jawab dan belum menyelesaikan kewajibannya,” jelasnya.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*