Jum'at, 15 Desember 2017

Puncak Acara BBGRM dan HKG-PKK Dihadiri Presiden RI Joko Widodo

Jokowi : Intisari Pancasila adalah Gotong Royong

Presiden Jokowi

Sambutan Presiden Joko Widodo di BBGRM dan HKG-PKK di Minut

Presiden Jokowi

Presiden Jokowi didampingi Gubernur Sulut mengunjungi stand Pameran

MINUT, (manadoterkini.com) – Intisari Pancasila adalah Gotong royong. Dimana tanggung jawab membangun bangsa kedepan dilandasi dengan semangat gotong royong, karena itu modal sosial. Gotong royong adalah jiwa bangsa. Gotong royong harus dimaknai dengan baik dan aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian ungkapan Presiden RI Joko Widodo, ketika menghadiri acara puncak Bulan Bakti Gotong Royong (BBGRM) ke XII dan HKG PKK ke 43 yang dilaksanakan Kamis (28/5) yang diselenggarakan di Kabupaten Minahasa Utara.

“Tidak mudah menjalankam semangat gotong royong ditengah kehidupan yang penuh individualisis dan ego sosial. Kegiatan BBGRM ini merupakan momentum mengingatkan kita, terutama bagi generasi penerus bangsa, karena mereka yang memegang masa depan. Untuk itu semangat gotong royong harus dilaksanakan sejak dini bagi mereka penerus bangsa,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi yang datang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo memberi apresiasi atas pelaksanaan kegiatan BBGRM ke XII dan HKG PKK ke 43 yang diselenggarakan di Sulut.

Sementara itu, Gubernur SH Sarundajang, menuturkan semangat Gotong Royong juga merupakan unsur kearifan lokal Sulut yang dikenal dengan budaya Mapalus, Mapaluse dan Moposat. “Semangat tersebut telah lama diciptakan warga Sulut dalam menjaga persatuan bangsa,”ujar Sarundajang dihadapan Presiden Jokowi.

Gubernur menyatakan terima kasih kepada Presiden yang meluangkan waktu mengunjungi Sulut. Gubernur menyampaikan gambaran wilayah Sulut, dimana Sulut memiliki luas wilayah laut yang besar.

Gubernur berterima kasih atas dukungan Presiden terhadap pembangunan TOL dan KEK dan sejumlah proyek besar di Sulut, semua dilakukan untuk menjadikan Sulut pintu gerbang di Indonesia Timur.

Dalam rangka acara ini, terselenggara untuk penguatan integrasi sosial dan bangsa, di Sulut Gotong royong dikenal dengan mapalus, moposat sebagai unsur kearifan lokal dalam kehidupan rakyat Sulut, gotong royong perlu dijaga untuk menumbuh kembangkan harmonisasi dan kemajemukan dalam bagian bangsa Indonesia yang rukun akan kebinekaannya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mentri Pertanian Andi Ambram, Menteri Perindustrian Saleh Husein. Menteri PU Basuki Hadimolyono. Pejabat dari beberapa Kementrian, unsur Forkopimda Sulut dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.(alfa)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*