Jum'at, 18 Oktober 2019

Warga Desa Makasili Butuh Air Bersih

AMURANG, (manadoterkini.com)-Hingga saat ini warga yang tinggal di Desa Makasili dan Desa Makasili Lolombulan Kecamatan Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menjerit. Pasalnya, sudah bertahun-tahun dua desa tersebut krisis air bersih. Sehingga, untuk kebutuhan mandi, mencuci bahkan minum, warga terpaksa menggunakan air sungai dan mata air pegunungan.

Berdasarkan lantauan manadoterkini.com, hampir semua rumah warga Desa Makasili dan Desa Makasili Lolombulan tidak ada sumur gali untuk menimba air maupun sumur suntik. Sedangkan untuk mengambil air minum, warga setempat harus menempuh jarak sekitar 1 Km bahkan bisa lebih.

“Kalau di pegunungan kami membuat lubang kecil seukuran drum pelumas Pertamina. Biasanya drum tersebut kami potong separuhnya dan separuhnya kami tanam untuk menahan agar lubang yang kami bikin itu tidak longsor atau dimasuki serangga. Mata air pegunungan itu dimanfaatkan untuk air minum,” kata Wildy Lempas warga setempat, sembari menambahkan, kondisi krisis air bersih sudah berlangsung lama.

Warga pun mulai mengeluh dengan kondisi tersebut karena harus mengambil air bersih di tempat yang jauh dari pemukiman.

“Itu yang kami lakukan beberapa tahun terakhir. Air besih di desa ini memang minim dan itu kiranya bisa menjadi perhatian instansi terkait,” keluhnya.

Senada diutarakan Rommy, warga lainnya yang menyebut, adanya program air bersih baik dari pemerintah kabupaten, propinsi atau kementrian, kiranya memprioritaskan pembangunannya di dua desa tersebut.

“Air bersih merupakan kebutuhan utama kami, karena dipakai untuk memasak dan untuk minum. Kami berharap, kondisi ini kiranya bisa secepatnya diberikan solusi, agar air bersih bisa dengan mudah kami dapati,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minsel Ir Jootje Tuerah ST yang dikonfirmasi menjelaskan, program pemerintah kabupaten memang memfokuskan untuk pembangunan fasilitas penunjang air bersih. Untuk wilayah Amurang, Tareran dan Tumpaan, sudah ada program tersebut dimana warga yang ditentukan mendapatkan meteran air secara gratis. Namun, jalur pemasangan meteran tersebut harus dilalui pipa dari PDAM Minsel.

“Kami tentu akan memprioritaskannya. Tapi, pengerjaannya tergantung dari ketersediaan anggaran yang ada. Warga kiranya bersabar, karena program pembangunan pemerintah kabupaten ke depan masih berlanjut dengan memprioritaskan pembangunan desa,” ujarnya.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*