Jum'at, 15 Desember 2017

Lagu O Minahasa Kinatoanku dan Esa Mokan Mengema di Belanda

TONDANO, (manadoterkini.com) – Lagu “O Minahasa Kinatoanku” dan lagu “Esa Mokan” yang ditampilkan oleh Tim Kesenian Minahasa, berhasil memukau warga Belanda yang memadati lokasi pameran Tong Tong Fair 2015 di Malieveld, Den Haag, Belanda.

Saat tampilan tarian Katrili, suasana acara yang dipenuhi para “bule” asal Eropa ini langsung bertepuk tangan gembira mengikuti lantunan gerak dan lagu para penari Minahasa ini hingga tarian selesai.

Disela-sela penampilan tarian tersebut, tampak pula seorang personil Wulan Minahasa tampil di podium dan menyanyikan lagu “O Minahasa Kinatoanku” dan lagu “Esa Mokan”.

Bahkan saat Tim Kesenian ini turun dari atas panggung, tampak para warga Belanda menyerbu para penari ini untuk berfoto bersama dan langsung menawar topi berbentuk burung yang digunakan dalam tarian Pisok untuk dibeli dengan harga mahal dengan mata uang UERO.

Sekda Minahasa yang menyaksikan langsung pentas ini menyampaikan rasa bangganya atas penampilan maksimal dari para Waraney Wulan MInahasa sehingga telah membawa nama baik daerah bahkan Provinsi Sulawesi Utara dan bangsa Indonesia.

Tim Kesenian yang terdiri dari 20 peserta Waraney Wulan Minahasa (WMM) beserta official dan beberapa pejabat Pemkab Minahasa dipimpin Sekdakab Jeffry Korengkeng SH MSi ini, tampil sebagai peserta pertama dalam Tong-Tong Fair ini dengan menampilkan tarian Maengket, tarian Pisok, tarian Tetengkoren dan ditutup dengan tarian Katrili.

Diakhir penampilan Tim Kesenian Minahasa ini, Sekda Jeffry Korengkeng SH MSi bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny Seeve Korengkeng-Warouw, Asisten I Drs Denny Mangala MSi, Kadis Pariwisata Debby Bukara SE. Kabag Humas dan Protokol Agustivo Tumundo SE MSI, Kabag Kemasyarakatan Widi Rinjani SSos, Sekdis Pariwisata Basaria Tiara Lumbangaol MSc serta seluruh penari dan official lainnya diundang naik ke panggung untuk menerima apresiasi dari penyelenggara.

Adapun para Waraney dan Wulan Minahasa yang tampil memukau ini untuk promosi budaya dan kesenian di Eropa ini, diantaranya Derien Saerang, Natasha Gabriela Sumual, Richard Theis, Ferry Kumentas, Friska Tani, Brian Mailangkay, Frengky NIcolaas, Diane Christine Rantung, Megumi Geraldin Kusen, Nisia Tewu, Whitney Pangkey, Riebka Rori, Reinhard Mangala, Valdano Sajow, Princess Pontoh, Elfiera Bororing, Falentin Laloan, Levina Gimon dan Johanis Pantouw.(fln)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*