Rabu, 20 November 2019

Hadiri Rakornas ASN Kepegawaian di Jakarta, Sekda Minsel Wakili Bupati

JAKARTA, (manadoterkini.com)-Sekadakab Minahasa Selatan (Minsel) Drs Danny Rindengan MSi pada Rabu (10/6) ini menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kepegawaian Tahun 2015 oleh KemenPAN RI di Hotel Sahid Jaya Jakarta.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kala ini di hadiri oleh para gubernur/wakil gubernur, bupati/walikota, sekda provinsi dan sekda kabupaten/kota se-Indonesia serta para pejabat kepegawaian dari berbagai daerah di Indonesia.

Dari Kabupaten Minsel sendiri selain Sekdakab Minsel yang mewakili Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE tampak hadir Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah ( BKDD) Minsel Drs Roy Tiwa.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, (KemenPAN-RB Yuddy Crisnandi dalam sambutannya, berjanji akan mengangkat semua tenaga honorer kategori 2 (K-2) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hanya saja dalam pengangkatan tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan APBN dan tentu juga harus dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah.

Peserta Rakornas mendesak Menpan-RB agar mengangkat honorer K-2 yang belum lulus untuk diangkat jadi ASN. Mereka tidak yakin, kalau honorer K-2 diangkat jadi ASN harus melalui tes, kemungkinan tidak akan lulus. Padahal, mereka sudah mengabdi dalam waktu yang cukup lama dan loyalitas mereka juga sudah teruji.

Diakui Menpan-RB Yuddy Crisnandi, bahwa dalam perekrutan honorer K-2 akhir tahun lalu, baru 30 persen yang diterima. honorer K-2 yang belum diterima diminta tenang karena akan diangkat secara bertahap.” Saya setuju honorer K-2 kita angkat semua secara bertahap. Pemda silakan buat usulan mana yang prioritas. Pertama K-2 harus didata Bupati/Walikota kemudian kita verifikasi,” ujar Crisnandi.

Hanya saja Crisnandi meminta agar sebelum diangkat jadi ASN, Pemda diminta lebih dulu memperhatikan nasib honorer tersebut dengan menaikkan gaji mereka sesuai aturan yang berlaku.

Lebih lanjut, ada Pemda yang hanya menggaji honorer K-2 dengan uang Rp 400 hingga Rp 800 ribu per bulan.” Jika begitu, Itu sudah sangat keterlaluan, justru itu saya minta nasib mereka yang harus diperhatikan,” ungkapnya seraya meminta, jangan saling lempar tangan, semua harus bertanggungjawab untuk mencari solusi.

Dalam pengangkatan tenaga honorer K-2, Crisnandi juga mengaku, akan membicarakannya lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan. Ini penting dilakukan untuk melihat kekuatan porsi anggaran untuk menggaji mereka.

“Nanti kita duduk dulu sama-sama. Sisa berapa, Anda butuh berapa, tapi jangan masukkan kepentingan pribadi. Dilihat kemampuan anggaran. Saya akan bicara dengan Kementerian Keuangan dulu,” katanya.

Pada kesempatan itu, Menpan dan RB juga menegaskan komitmennya untuk mengubah image dan menaikkan kembali citra ASN untuk menjadi lebih terhormat. Banyak stigma yang selama ini melekat, seperti perilaku korupsi atau proses penerimaan ASN yang tidak adil dan tidak transparan.

Bahkan banyak yang lulus karena menyogok. Kedepan, rekrutmen ASN harus dilakukan secara transparan dan itu sudah dimulai pada 2013 lalu.” Ke depan harus lebih baik dan lebih transparan lagi. Dan ini menjadi tanggungjawab kita bersama,” sindirnya.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*