Rabu, 20 November 2019

Tak Lengkapi Berkas 2 Pasangan Independen tak Bisa Ikut Pilgub

SULUT, (manadoterkini.com) – Padahal telah menyerahkan berkas dan dokumen pendaftaran di KPU Sulut sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur, namun pasangan Jimmy Walewangko – Teddy Manueke dan Berty Henry Roeroe – David Noldie Kambey tidak bisa memenuhi persyaratan dari jalur independen.

Hal itu diakui, personil KPU Sulut DR. Ardiles Mewoh,S.I.P, M.Si. Menuturnya, kedua pasangan calon hingga Pukul 24.00 WITA tidak bisa memenuhi persyaratan sehingga dinyatakan gugur dengan sendirinya. “Kedua calon memang datang ke KPU sebelum jam 12 malam, tapi mereka tidak bisa melengkapi dokumen-dokumen yang kami minta,” ujar Mewoh.

Formulir B1 dan B2 sebagai syarat dukungan yang dimintakan oleh KPU tidak bisa ditunjukkan sehingga tidak diketahui berapa jumlah dan siapa saja yang mengusung dua paket pasangan ini.

Lanjutnya Aplikasi sistem pencalonan (silon) itu dibuat untuk mempermudah calon dalam mengisi formulir. ”Aplikasi ini sangat mudah karena calon tinggal mengisi saja data dalam aplikasi itu,” kata Mewoh yang didampingi Ketua KPU Yessy Momongan, Komisioner KPU lainnya Fachruddin Noh, Vivi George, Zulkifli Golonggom dan sekretaris KPU Jona Oroh, usai pendaftaran dan konferensi pers.

Lanjut dikatakannya, KPU sudah menyediakan help desk untuk membantu para calon jika kesulitan dengan aplikasi itu, sambung Mewoh. Mewoh juga menjelaskan soal apa yang akan dilakukan jika pasangan itu tak bisa memenuhi syarat yang sudah ditetapkan, dirinya mengatakan, KPU akan langsung mengeluarkan SK yang menyatakan kedua pasangan gugur sebagai calon karena tak mampu memenuhi syarat yang diminta.

”Kalau tidak memenuhi syarat, KPU akan mengeluarkan SK yang menjelaskan bahwa kedua pasangan ini gugur karena dianggap tak memenuhi syarat,” ucap pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Unsrat Manado ini menutup.

Hal yang sama diperkuat Yessy Momongan mengatakan bahwa ternyata masing-masing calon tidak menyertakan formulir B1 tentang daftar dukungan calon perseorangan dan formulir B2 tentang rekapitulasi dokumen dukungan. ”Keduanya tak mampu memenuhi ketentuan yang tertuang dalam PKPU N0 9 Tahun 2015 pasal 15 tentang penyerahan dokumen calon perseorangan,” tandasnya.

Dengan demikian sesuai peraturan, maka kedua pasangan yang mendaftar dianggap gugur. “Kedua pasangan gugur. Jadi untuk tahun 2015 ini, Pilgub kita tanpa pasangan calon independen,” kata Mewoh.

Sementara itu, Calon Gubernur Berty Henry Roeroe dihadapan wartawan setelah selesai pendaftaran mengatakan dokumen persyaratan calon perseorangan yang tidak lengkap, dikarenakan kurangnya sumber daya manusia (SDM). ”Sudah beberapa kali saya ganti SDM karena tak mampu mengolah data. Ini yang bikin terlambat,” ujar Roeroe.

Senada juga dikatakan Jimmy Walewangko yang juga merupakan calon Gubernur independen ini, Jimmy mengaku terkendala di pengisian formulir yang sudah menggunakan aplikasi sistem pencalonan. ”Aplikasinya memang agak sulit. Meski tim saya sudah berusaha keras mengisinya, tapi belum selesai juga,” tukas Jimmy.

Sekedar diketahui, KPU terpaksa mengembalikan dokumen masing-masing calon untuk kemudian diperbaiki, menyusul, belum lengkapnya berkas persyaratan yang dimiliki. KPU juga memberi batas waktu hingga pukul 24.00 Wita, bagi kedua pasangan itu memasukkan kembali dokumen yang sudah diperbaiki.(chris)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*