Selasa, 12 November 2019

Mangindaan Pimpin MPR-RI Sosialisasikan Empat Pilar di Minsel

sosialiasi empat pilar kebangsaan

Sosialisai empat pilar oleh MPR-RI di MInsel

AMURANG, (manadoterkini.com)-Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Selasa (16/6) siang tadi mengelar sosialisasi Empat Pilar Kebanggsaan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di restouran Century jalan trans Sulawesi Kelurahan Buyungon Kecamatan Amurang.

Materi sosialisasi yakni Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika yang semuanya disebut Pilar Bangsa, ditambah dengan Keputusan dan Ketetapan MPR RI.

Wakil Ketua MPR-RI E.E Mangindaan atas nama Tim dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Minsel yang telah memfasilitasi terselenggaranya acara. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati beserta jajarannya yang telah menerima kami dan memberikan kesempatan kepada kami mengelar sosialisasi di Minsel,” ujar Mangindaan.

Selain menjalankan fungsi-fungsi MPR-RI di pusat, kami juga melakukan kegiatan-kegiatan yang benar-benar menjangkau seluruh wilayah NKRI seperti Sosialisasi Empat Pilar Bangsa ini. Selain acara ini dilaksanakan pula kegiatan Trainingg of Trainer (ToT) yang sudah menyebar di seluruh Provinsi. “Jadi kami tidak hadir satu kali di sini saja tetapi mungkin nanti ada Tim Fraksi atau Anggota DPR-RI lainnya yang akan datang,” ujarnya lagi.

Kegiatan ini, lanjutnya, adalah implementasi dari terjadinya dinamika sejarah antara tahun 1999 sampai 2002 yaitu terdapatnya perubahan atau amandemen pasca Reformasi khususnya Reformasi Politik. “Contohnya, sebelum adanya amandemen terhadap konstitusi negara, pada waktu itu seolah-olah pemerintah pusat sangat dominan menguasai aspek kehidupan ketatanegaraan sampai ke tingkat daerah. Dengan lahirnya perubahan berupa UU Otonomi Daerah maka setiap daerah diberi peluang untuk memajukan daerahnya sendiri,” jelasnya.

Meskipun demikian, ideologi Pancasila tetap tidak boleh berubah walau siapapun yang berkuasa di Republik ini karena ia adalah komitmen bangsa sebagai dasar negara. “Hal-hal seperti inilah yang dibahas pada sosialisasi ini. Oleh karenanya saya mengharapkan peran aktif para peserta untuk berpartisipasi walau dalam kesempatan yang sedikit ini,” ungkapnya

Lanjut mantan Menteri Perhubungan RI ini, sosialisasi dilandaskan pada cita-cita negara Indonesia dalam alinea IV UUD RI 1945. Salah satunya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa atas dasar itulah sosialisasi menjadi begitu penting. Karena melalui kegiatan ini dapat membentuk manusia Indonesia yang berkualitas, maju, unggul , berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi sebagai modal utama dalam pembangunan bangsa. “Pemahaman dan implementasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar negara harus selalu ditumbuh kembangkan dalam mewujudkan cita-cita masa depan indonesia yang lebih baik menuju masyarakat yang sejahtera, adil, makmur serta menjadi negara yang berdaulat dan bermartabat,” tandasnya.

Hadir dalam sosialisasi tersebut diantaranya, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Minsel, perwakilan unsur Muspida, sejumlah Kepala SKPD, para Kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaja dan pihak terkait lainnya.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*