Rabu, 13 November 2019

Pengadaan Mobnas Camry Disorot Jemaat, Pdt Sumakul : Pengadaan Tidak Sentu Kas Jemaat

Sinode GMIM

Toyota Camry Hybrid.(ist)

TOMOHON, (manadoterkini.com) – Pengadaan mobil dinas untuk Ketua Sinode GMIM masih bergulir liar di media sosial. Kendaraan yang disebut jenis Toyota Camry senilai Rp 700-an juta itu dinilai tidak sesuai dengan azas-azas kesederhanaan seperti yang sering dikhotbahkan di atas mimbar.

Sorotan terhadap mobil dinas bernomor polisi DB 1 SG itu diposting oleh akun facebook bernama Bobby Sambeka pada wall Grup tertutup bernama GMIM-Gereja Masehi Injili di Minahasa, pada 13 Juni 2015 baru-baru. Bobby menulis, “Salah satu yang menarik pada perayaan HUT PI dan PK ke 184 kemarin di Stadion Maesa Tondano adalah kehadiran mobil baru milik Ketua BPMS Toyota Camry Hybrid DB 1 SG. Entah kapan pengadaan mobil mewah tersebut yang saya baru sekarang baru melihatnya. Yang jadi pertanyaan apakah mobil Fortuner Putih sudah tdk layak digunakan atau sudah di dem? Ketika di search di website resmi Toyota Astra harga mobil tersebut Rp 700 juta lebih. Sungguh harga yang fantastis, yang memiriskan masih banyak jemaat (-jemaat) di pesisir yang butuh topangan dana untuk membangun gedung gerejanya. Pimpinan Gereja jgn memberi contoh hidup Hedonisme… Syalom.”

Hingga Rabu (17/6), postingan ini masih menjadi trend topik di grup beranggotakan 45.774 akun tersebut. Sejak diposting sudah dikomentari hingga 937 komentar. Banyak pengguna mikroblogging Facebook menyoroti keberadaan mobil tersebut.

Salah satu yang dikutip adalah komentar akun bernama Boaz OW Wilar yang menulis, “Substansi bukan soal siapa yangg kase atau beli, tapi telah menunjukan kemewahan di tengah jemaat yg semakin susah.”

Begitu juga dengan Chyntia Kawilarang, menurutnya Lebih berguna tu doi buat buka pos pelayanan penginjilan di daerah terpencil , untuk buka sekolah GMIM, RS GMIM, pelayanan di Papua baku rebe deng itu penghijauan disana, mana lebe bagus?

Ketua BPMS GMIM Pdt Dr Henny William Both Sumakul MTh, yang dikonfirmasi menegaskan, pengadaan mobnas tersebut bukan dari kas Sinode GMIM. “Saya tegaskan pengadaannya bukan dari kas sinode juga bukan gratifikasi,” ujarnya via telepon seluler.

Pdt HWB Sumakul, begitu namanya sering disingkat media, meminta jemaat tidak melihat mobil tersebut dari nilai atau kwantitasnya, melainkan dari kwalitas terhadap GMIM sendiri. “Justru sinode ingin memerlihatkan pengelolaan keuangan yang ter-menej baik dan benar, sudah pasti lagi pengadaannya akan dilaporkan lewat sidang sinode nanti,” terang dia.

Pengadaan mobil dinas Camry lagi menurutnya, menunjukkan karya Tuhan bahwa GMIM itu besar. “Tentu saja kesederhanaan itu penting, tapi kali ini kita jangan melihat nilai tapi kwalitas kita,” tegas Sumakul.

Dia juga menyebut, pengadaan mobil dinas baru bukan hanya DB 1 SG, tapi ada juga 1 unit Toyota Fortuner yang diadakan bagi salah satu anggota BPMS GMIM. “Kita bersyukur kali ini tidak ada (mobil) yang dikredit, kalau sebelumnya ada,” tandasnya seraya meminta pengadaan mobil jangan melahirkan polemik baru terhadap sistem sentralisasi dari jemaat ke sinode. “Ini diadakan tanpa sepeser pun uang sentralisasi dan akan dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.(redaksi)

Tags: , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

8 Responses

  1. hebat……..ck……….ck……

  2. Baiknya kelebihan yang ada di pakai untuk pembangunan gedung gereja yang masih banyak yang perlu dibantu. Sehingga tidak ada lagi kantin pembangunan gereja yang meminta2 sumbangan di jalan2.

  3. Benar,GMIM terlalu banyak kantin Pembagunan Gereja,knp sinode tidak memperhatikan ini semua.skrg ini GMIM Terkesan minta2 untuk membangun gereja,terkesan GMIM tidak mampu.Ada baiknya bunga itu sdh disumbangkan untuk pembagunan gereja. Jgn cuma klu ada pembagunan gereja gmim baru (jemaat baru),Sinode langsung dtg bukan untuk membantu pembagunan gereja baru,malah mau cari sertifikat lahan gereja itu sebagai aset GMIM

    SINODE masih banyak warga GMIM yg membutuhkan BUNGA BANK tersebut. Sebagai ketua ada baiknya jadi panutan jemaat

  4. kiki Montong bawa GMIM ke money orientet. KET Jem yg nda capai sentralisasi bisa dicopot oh rekey. Kalau pelayan korup mantan napi dorang tutup mata dorang. Yg ptg doi masuk. He he he ini No BPMS Skarang abal2

  5. Bukan dari kas sinode ato gratifikasi kong kiapa itu jadi oto dinas dang? Ada beli deng doi sandiri so? 1 Milyar lebe doi GMIM for mo ongkos ngoni pe gaya hidop kong jemaat musti bersyukur? Kalu bawa Avanza Tuhan mo marah so?

  6. Saya pikir saya perlu luruskan dulu ttg pemberian jemaat untuk Tuhan; yaitu lebih tepat untuk pelayanaan pekerjaan Tuhan. Jadi tidak ada uang jemaat di Gereja ataupun di Sinode ! Yang ada (sudah) uang Tuhan ! Kalu jemaat bilang dia punya (jemaat punya) berarti dia belum kase dang ! Jelas ! Mengenai pertanggungjawabannya penggunaan, nanti pelayan Tuhan yang pertanggunjawabkan ke Tuhan sebagai yang empunya pelayanan ! bukan lagi ke Jemaat ! Kan Uang Tuhan ! Karena itu Kita percaya saja apa yang mereka (pelayan)Tuhan lakukan, pasti untuk Pelayanan, tentu dgn berbagai pertimbangannya, apakah boros? mereka yang lebih tahu.Tapi, Jangan Lupa Salomo Melapisi Bait Allah dengan Emas ! apakah di Israel waktu itu tidak ada yang miskin? Ada! masak baru Toyota Camry saja so di anggap wah ! Bagi saya mahal atau murah kalau untuk Tuhan mengapa tidak ! Dengan dasar itu, maka kalu jemaat berkomentar saya kira itu bukan wewenangnya, itu wewenang Tuhan yang empunya uang dan pelayaan ! Kita doakan saja supaya pelayan Tuhan di beri Hikmat bijaksana untuk menata keuangan pelayanan. Semoga Tuhan memberkati kita semua !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*