Jum'at, 6 Desember 2019

Jam Kerja PNS Muslim di Minsel Dikurangi Selama Bulan Puasa

AMURANG, (manadoterkini.com)-Selama bulan puasa ini, untuk jam kerja bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang beragama muslim di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dikurangi.

Demikian disampaikan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE melalui Kabag Humas Pemkab Minsel Frangky Mamangkey SIP kepada manadoterkini.com Kamis (18/6) siang tadi diruang kerjannya.

Mamangkey menjelaskan, pengurangan jam kerja tersebut berlaku untuk PNS beragama muslim yang ada dilingkup Pemkab Minsel, selama bulan suci Ramadhan dikurangi dari hari biasa.”Jadi, mulai Senin sampai Kamis, jam kerja PNS yang beragama muslim yang biasanya masuk pukul 07.30, dan pulang pukul 16.00 WITA, menjadi masuk pukul 08.00, istirahat 12.00 – 12.30 WITA, dan pulang pukul 15.00 WIB. Sedangkan hari Jumat masuk pukul 08.00 WITA, istirahat 11.30 – 12.30 WITA, dan pulang pukul 15.30 WITA,” jelasnya.

Dia juga mengaku kalau Bupati melalui Sekdakab Drs Danny Rindengan MSi yang diteruskan kepada BKDD Minsel telah mengeluarkan surat edaran, dan surat edaran tersebut, mengacu pada Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 04 Tahun 2015 tentang Penetapan Jam Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri pada Bulan Ramadan. “Jadi dengan penetapan ini, jumlah jam kerja bagi instansi pemerintah baik pusat maupun daerah, berdasarkan SE Menteri PAN-RB Nomor 04 Tahun 2015, selama bulan Ramadhan 1436 H sebanyak 32,5 jam per minggu,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Sekdakab Minsel Drs Danny Rindengan MSi, Dia meminta kepada SKPD agar memperhatikan jam kerja tersebut dan memberikan dispensasi untuk tidak melaksanakan berbagai kegiatan yang tidak penting. Sedangkan Apel Pagi tetap dilaksanakan disesuaikan dengan jam masuk kerja selama bulan Suci Ramadhan.

Dispensasi jam kerja tersebut, diharapkan pula dapat membantu kelancaran tugas dan pelayanan PNS kepada masyarakat. Selain itu, ibadah yang dilaksanakan PNS muslim dapat terlaksana dengan baik dan lancar. “Saya berharap dengan adanya dispensasi atau pengurangan jam kerja kepada PNS Muslim, tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat tidak bermalas-malasan. Pemkab pun secara tegas meminta agar PNS tetap menjaga kinerjanya,” harapnya.

Karena itu, PNS yang bolos, mangkir dari tugas dan tanggung jawab, atau kinerja tidak baik akan dikenakan sanksi, yaitu sanksi administrasi berupa teguran lisan, pemotongan tunjangan kerja, penundaan kenaikan jabatan atau gaji, dan bahkan hingga pemecatan.

Pemkab tidak akan menoleransi para PNS yang tidak disiplin dan tidak bertanggung jawab terhadap kinerjanya. Sanksi terhadap PNS yang tidak disiplin diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. “Jadi, PNS yang malas-malasan kerjanya selama bulan Ramadhan tetap akan dikenakan sanksi hukuman disiplin. Ini karena peraturan tersebut tetap jalan, baik saat bulan Ramadhan maupun bulan biasa,” tandasnya.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*