Selasa, 12 November 2019

Penyelesaian Eks Kampung Texas, Polda Sulut Juga Panggil Aliansi Umat Muslim

kapolda Sulut

MANADO, (manadoterkini.com) – Setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan Aliansi Adat Minahasa, Polda Sulut juga mengundang Pemkot Manado dan Alinasi Umat Islam Bersatu.

Pertemuan tersebut bertujuan menyelesaikan persoalan lahan eks kampung Texas Manado. Walikota Manado, GS Vicky Lumentut yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Bart Assa ST MSc Ph.D, menuturkan ada beberapa rekomendasi yang dihasilkan diantaranya.

1. Bahwa lahan tersebut dibebaskan oleh Pemkot Manado pada tahun 2006. Pada saat itu bangunan Mesjid tidak dibongkar karena ada rencana dilahan tersebut akan dibangun simbol rumah ibadah untuk lima golongan agama (lslam, Katholik, Budha, Hindu, Kristen).

2. Bahwa lokasi tersebut belum ada gambarnya sampai desember 2010 saat Walikota dan Wakil Walikota sekarang memimpin Manado. Didalam program kerja Pemkot 2010-2015 belum ada dana yang dialokasikan untuk membangun ex kampung texas karena Pemkot sekarang fokus pada delapan program yang ditawarkan kepada masyarakat waktu kampanye lalu.

3. Pada tahun 2012 Pemkot Manado mendapatkan sertifikat dari tanah tersebut dari BPN dengan luas 3027 M2. Kemudian oleh Kadis Tata kota coba membuat desain atau gambar untuk lima gol agama diatas lahan tersebut.

4. Desain tersebut belum disepakati oleh Pemkot (eksekutif dan legislatif), tapi Pihak mesjid sudah mulai membangun gedung baru dan sudah diberikan peringatan oleh Dinas tatakota agar dihentikan karena harus ada ijin dari pemkot untuk membangun.

5. Sehubungan dangan adanya kongfutsu maka rencaba membangun rumah ibadah berubah menjadi enam gol agama.

6. Karena luas lahan yang ada kalau dibangun enam rumah lbadah itu terlalu kecil dan tidak effisien untuk dimanfaatkan sebagai tempat ibadah, maka Pemkot membuat rencana baru yakni memanfaatkan bangunan yang sudah dimulai untuk mesjid dgn fungsi, bahwa lantai dasar atau lantai gedung yang sedang dibangun sekarang digunakan untuk Perpustakaan Semua Golongan Agama, dan lantai dua untuk tempat ibadah umat lslam.

7. Lahan kosong yang ada, dibangun gedung sebanyak tujuh lantai untuk difungsikan sebagai berikut satu lantsi untuk umat Katholik, satu lantai untuk Budha, satu lantai untuk Hindu, satu lantai untuk kongfutsu, satu lantai untuk Kristen Protestan, satu lantai untuk BKSAUA dan satu lantai untuk FKUB.

8. Gambar atau desainnya akan dibahas oleh eksekutif dengan DPRD kota, kemudian akan dianggarkan dalam APBD Pemkot Manado.

9. Dalam rangka proses pembahasan dgn DPRD untuk rencana baru graha religi ditaman religi tersebut maka kebijakan yang diambil oleh Pemkot sekarang adalah menghentikan sementara semua kegiatan pembangunan dilahan ex kampung texas milik pemkot tersebut.(ald)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*