Jum'at, 19 Juli 2019

Bappeda Manado Terima Kunjungan Tim Pendampingan Bencana Bank Dunia dan Kementerian PUPERA RI

bappedaMANADO, (manadoterkini.com) – Kepala Bappeda Peter Assa, PhD menerima kunjungan dari Tim Bank Dunia dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) RI yang dipimpin oleh Bpk. Sri dan Eki Arista Riski, ST, Kamis (13/8/2015), bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kota Manado. Kunjungan tersebut untuk melakukan pertemuan konsultasi lanjutan identifikasi kebutuhan dukungan IDF dalam rangka identifikasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan dan Pemukiman pasca banjir bandang Manado 2014.

Dalam pertemuan tersebut Kaban Assa menyambut baik akan kunjungan dan pertemuan ini, dan beliau berharap dengan pertemuan ini dapat menghasilkan suatu rekomendasi bagi warga Manado yang terkena bencana bandang beberapa waktu yang lalu.

Kaban Assa juga menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Manado masih menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat yang dijanjikan beberapa waktu lalu untuk dapat disalurkan kepada para korban banjir. Dijelaskan bahwa pasca peristiwa banjir bandang pada tahun 2014 lalu Pemerintah Pusat pada waktu itu menjanjikan akan memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar 40 Juta rupiah untuk rumah yang rusak berat. Tapi hingga saat ini janji tersebut belum juga direalisasikan oleh Pemerintah Pusat.

Terkait bantuan dana untuk para korban, Kaban Assa menjelaskan sampai saat ini Pemerintah Kota Manado telah menyalurkan hampir sekitar Rp. 50 Milyar kepada para korban banjir, dengan rincian sekitar Rp. 36 Milyar ditata pada APBD Kota Manado tahun 2014 dan 18 Milyar ditata pada APBD Kota Manado tahun 2015.

Sementara itu Bpk. Sri dari Bank Dunia mengatakan bahwa saat ini pihak Bank Dunia masih mengunggu kepastian komitmen dari pemerintah Kota, Provinsi, dan Pusat sebelum mengucurkan dana bantuan yang bersumber dari pendanaan New Zealand.

Bpk. Sri juga menyampaikan bahwa New Zealand akan membantu Pemerintah Kota Manado melalui Kementerian PUPERA RI untuk melaksanakan dan mengembangkan penanganan bencana dengan Rekompak. Beliau juga mengatakan relokasi seharusnya atas kemauan masyarakat dan tidak dipaksakan sehingga masyarakat dapat mengerahkan juga usaha mereka sendiri.

Dalam pertemuan ini dihasilkan beberapa kesepakatan antara lain yaitu masalah relokasi warga akan dilakukan dengan cara dialog atau diskusi agar kesadaran masyarakat terkait pentingnya relokasi ini semakin baik, masalah pembebasan lahan dan rekomendasi lahan harus lebih diseriusi lagi oleh Pemkot Manado, dalam penyajian data harus menggunakan data terkini, dan terkait bangunan Kementerian PUPERA RI akan membantu Pemkot Manado untuk merancangan penggunaan rancangan bangunan vertikal dan horizontal.(ald)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*