Selasa, 10 Desember 2019

Penghujung Kepemimpinan SHS-Berhasil, Sulut Tuan Rumah 15th AICIS

SULUT, (manadoterkuni.com) – Dipenghujung kepemimpinan SHS-Berhasil Provinsi Sulawesi Utara kembali dipercayakan menjadi tuan rumah Iven Internasional, kali ini giliran Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) rencananya akan dilaksanakan tanggal 3 sampai dengan 5 September 2015. Kegiatan Seminar yang akan diikuti 18 negara ini mengambil tema harmoni dalam keberagaman mempromosikan modeasi mencegah konfil dalam kehidupan sosial keagamaan.

Mokodongan

Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Ir. Siswa R Mokodongan dalam rapat koordinasi terkait pelaksanan kegiatan yang dilaksanakan Selasa (1/9) mengatakan Pemprov Sulut menyambut baik dan mendukung kegiatan bertaraf internasional terakhir ditahun 2015 dan juga kegiatan internasional terakhir dimasa kepemimpinan Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang dan Wagub Dr Djouhari kansil MPd (SHS-Berhasil).

Untuk itu, Sekprov mengingatkan, kepada Panitia daerah kiranya bisa bersama-sama untuk mensukseskan acara ini karena ini merupakan suatu kehormatan juga bagi IAIN Manado , maka sebagai tuan rumah yang baik tentu harus mempersiapkan segala sesuatunya yang berkenaan dengan kegiatan AICIS ini, sehingga para tamu merasa puas dengan pelayanan yang diberikan selama berada di daerah nyiur melambai. Mokodongan juga menghimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara yang ada di jajaran Pemprov Sulut dan masyarakat Sulut untuk mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan ini, agar berlangsung sukses dan mengharumkan nama Sulut terutama negara Indonesia di kancah Internasional.

Sekprov Sulut

Rencananya acara yang akan dilaksanakan di hotel Sintesa Peninsula ini akan dibuka langsung oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin. Rektor IAIN Manado Rukmina Gonibala juga dalam rapat mengatakan beberapa Negara yang sudah menyatakan siap untuk berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan ini. “Hasil dari kegiatan ini diharapkan dengan tren transformasi kelembagaan PTKIN dewasa ini, maka kajian ilmu-ilmu keIslaman dituntut untuk dapat “bertegur sapa” dengan disiplin ilmu-ilmu yang lain agar dapat lebih berkontribusi secara maksimal bagi seluruh alam,”ujar Gonibala. (alfa)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*