Minggu, 22 September 2019

Penderita HIV-AIDS Sulut Capai 1.836 Orang

kemenagSULUT, (manadoterkini.com) – Epidemi HIV-AIDS telah menyebar diberbagai belahan dunia saat ini. Virus mematikan ini telah menginfeksi 60 juta orang dan lebih dari 21 juta orang meninggal dunia. Menurut WHO, apabila disatu daerah terdapat 1 kasus HIV positif (menurut laporan pemerintah setempat) maka sesungguhnya ada 100 orang yang telah terinfeksi.

Dari rapat koordinasi tokoh agama Provinsi Sulawesi Utara dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Kanwil Kemenag Sulut, Selasa (15/9) terungkap penderita HIV-AIDS di Sulut sampai Juni 2015 ada 1.836 orang. Tujuan rapat koordinasi ini untuk mengevaluasi komitmen bersama para tokoh agama dan meningkatkan dukungan terhadap program pencegahan dan pena.

Wakil Gubernur Sulut yang diwakili Kakanwil Kemenag Sulut, Drs H Suleman MPd saat membuka rapat koordinasi menyampaikan agar tokoh agama terus meningkatkan kerja dan karya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Sulut. Paradigma dan cara pandang masyarakat terhadap HIV-AIDS sejauh ini hanya sebagai penyakit dan tidak berimplikasi pada aspek yang lain, sehingga populasinya meningkat.

Sekretaris KPAP Sulut dr MSJ Tangel-Kairupan mengarahkan ke-30 peserta dari organisasi keagamaan se Sulut dan Kanwil Kemenag agar perangi virusnya, jangan orangnya. Dia mengungkapkan penderita virus ini berlatar belakang paling banyak adalah wiraswasta. “Karenanya peran aktif seluruh komponen masyarakat termasuk tokoh agama untuk menyikapi hal ini secara baik dan bijaksana,” terang Suleman.

Asisten Pengelola Program KPAP Sulut Noldy Mandolang, BSc berharap adanya laporan dari masing-masing tokoh agama dan lintas/lembaga terkait dalam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS. “Terbentuknya jaringan tokoh agama dan rencana tindak lanjut mereka yang peduli HIV-AIDS di Sulut,” tuturnya.

Sekretaris KPAP Sulut dr MSJ Tangel-Kairupan mengarahkan ke-30 peserta dari organisasi keagamaan se Sulut dan Kanwil Kemenag agar perangi virusnya, jangan orangnya. Dia mengungkapkan penderita virus ini berlatar belakang paling banyak adalah wiraswasta. “Wiraswasta/swasta 561 orang dan ibu rumah tangga terbanyak kedua berjumlah 354 orang. Kasus HIV-AIDS terdengar pertama kali di Bali, 1987 dan di Sulut 1997. Tepatnya di RS Bethesda Tomohon,” ujar Kairupan.

Pengelola Program KPA Provinsi Sulawesi Utara Jones Oroh SIK menguraikan HIV-AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menggandakan diri. Penyakit ini hanya bisa tertular apabila melalui hubungan sex, lewat darah atau air susu ibu (ASI). “Jika telah terinfeksi, maka penderita harus minum obat seumur hidup. Bahkan bagi wanita bisa hamil dan melahirkan anak tanpa virus HIV-AIDS jika imun tubuh kuat dan virusnya tidak bisa menginfeksi orang lagi,” kunci Oroh.

Saat ini Sulut telah melakukan pelayanan berkesinambungan di seluruh puskesmas yang ada di Manado, Bitung dan Tomohon. Rapat ini dilaksanakan atas kerjasama Subag Hukum dan KUB dan KPAP Sulut. (chris)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*