Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita PilihanManado

Hari Ini, Pemkot Manado Terima SPPH Bantuan Bencana dari Kemenkeu

×

Hari Ini, Pemkot Manado Terima SPPH Bantuan Bencana dari Kemenkeu

Sebarkan artikel ini

Lobi Walikota GSVl Bantuan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Korban Banjir Bandang Januari 2014 Segera Cair

Walikota Manado
GS Vicky Lumentut berkomunikasi dengan warga di lokasi relokasi banjir bandang di Kelurahan Pandu waktu lalu.(ist)

MANADO, (manadoterkini.com) – Tragedi banjir bandang 15 Januari 2014 di Manado membuat sebagian masyarakat kehilangan tempat tinggal. Karenanya, penantian korban bencana banjir bandang dan tanah longsor untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumahnya yang rusak sedang, berat maupun hanyut segera terjawab. Dimana Selasa (22/9) hari ini Pemkot Manado akan menerima Surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) bantuan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), di Jakarta.

Walikota Manado GS Vicky Lumentut, melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado Maxmilian Tatahede mengungkapkan, penyerahan SPPH tersebut menjadi tanda akan segera dicairkannya bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak berat, sedang dan hanyut, akibat bencana tahun lalu, yang sempat dijanjikan pemerintah pusat tahun lalu.

Meski demikian, dia mengaku belum bisa memastikan nilai hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang akan diperoleh. Bahkan, dia memperkirakan hibah akan dicairkan secara bertahap. “Kalau mau mengacu dari jumlah yang diajukan Pemkot Manado oleh Walikota, nilainya sekitar Rp223 miliar,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (21/9) kemarin.

Dia menjelaskan, bantuan tersebut diperuntukkan kepada para korban bencana yang rumahnya rusak berat, hanyut dan sedang. “Itu khusus untuk korban yang rumahnya berada di jarak lewat 15 meter dari sungai,” terangnya.

Sedangkan warga yang rumahnya berada di 15 meter dari sungai nantinya akan direlokasi ke wilayah Pandu. “Nah, dana tersebut nantinya akan digunakan untuk relokasi dan pembangunan kembali rumah rusak,” jelasnya.

Dia juga belum bisa memastikan teknis penyaluran bantuan nanti. “Masih dikaji, apakah akan diberikan tunai atau bagaimana. Yang pasti, bantuan tersebut murni untuk pembangunan kembali rumah. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya penyalahgunaan bantuan oleh para korban bencana,” ucapnya.

“Hanya berkaca dari salah satu daerah bencana, yang mana mereka diberikan bantuan sebesar Rp25 juta. Tapi sayangnya, bantuan tersebut digunakan bukan untuk membangun rumah mereka yang rusak melainkan membeli HP dan motor,” lanjut Tatahede.(*/ald)