Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nusa UtaraPemerintahan

Sumarsono: Wilayah Perbatasan Bagian Integral Pembangunan Nasional

×

Sumarsono: Wilayah Perbatasan Bagian Integral Pembangunan Nasional

Sebarkan artikel ini
Sumar
Penjabat Gubernur Soni Sumarsono

SULUT, (manadoterkini.com) – Wilayah perbatasan pada hakekatnya merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Demikian penegasan Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM dalam Sosialisasi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Laut dan Udara, di Hotel Gran Puri Manado, baru-baru ini.

“Karena wilayah perbatasan mempunyai nilai strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional,” ucapnya.

Sebagaimana identifikasi pulau-pulau, terdapat 17.508 pulau di seluruh Indonesia dengan 7.353 pulau bernama dan 10.155 pulau belum bernama.

“Didalamnya terdapat 67 pulau yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga dan 10 pulau didalamnya perlu mendapat perhatian khusus karena terletak di perbatasan terluar, termasuk pulau Miangas dan Marore yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Philipina,” ungkapnya.

Lanjut Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini, Sulawesi Utara memiliki 286 pulau, 59 berpenghuni dan 227 belum berpenghuni dengan 11 pulau terluar, dimana 4 pulau berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, 4 pulau di Kabupaten Kepulauan Talaud, sementara Kabupaten kepulauan Sitaro, Minahasa Utara, dan Bolaang Mongondow Utara masing-masing memiliki 1 pulau terluar.

“Oleh sebab itu, pelaksanaan sosialisasi pengelolaan batas Negara wilayah laut dan udara saat ini bernilai penting dan strategis,” tutur Sumarsono sembari berharap momentum tersebut dijadikan Media Sharing informasi, ide dan gagasan yang konstruktif, sehingga benar-benar dapat memberikan lompatan bermakna dalam upaya optimalisasi pengelolaan batas wilayah Negara di Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung MSi, Kaban Kesbang dan Politik Edwin Silangen SE MA serta Kaban Perpustakaan Maxi Gagola SH MH.(alf/tim)